Artikel

Ini Dia! Komunitas Buat Kamu yang Ingin Mengabdi

Anies Baswedan pernah berkata, “Berhenti mengecam kegelapan, nyalakan lilin.” Kalimat ini memotivasi generasi muda Indonesia agar lebih peduli terhadap keadaan sesama keluarga se-tanah air yang kurang beruntung dalam bidang pendidikan. Anies Baswedan pun kemudian mendirikan Indonesia Mengajar, sebuah gerakan mengajar yang fokus untuk mengembangkan pendidikan di daerah-daerah terpencil. Gerakan ini pun membesar hingga dikenal di berbagai wilayah di Indonesia. Gerakan yang dipelopori oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini bisa dikatakan sebagai komunitas mengajar yang paling terkenal di Indonesia. Akan tetapi, seleksi untuk menjadi pengajar di Indonesia Mengajar cukup ketat. Dari 7.000 orang yang mendaftar setiap tahun, hanya sekitar 50 orang yang akan diterima dan ditempatkan di berbagai daerah terpencil di Indonesia.

Tapi, Indonesia Mengajar bukan satu-satunya komunitas mengajar di Indonesia. Ada banyak komunitas mengajar yang bisa menjadi wadah terbaikmu jika ingin mengabdi. Dan ternyata Yogyakarta mempunyai banyak sekali komunitas mengajar. Mereka nggak kalah hebat lo dengan Indonesia Mengajar-nya Pak Anies. Mereka sama-sama peduli pada sesama, memiliki jiwa sosial yang tinggi, bahkan memiliki program-program yang sangat kreatif. Kamu bisa kok gabung sama mereka. Komunitas apa aja sih yang dimaksud? Berikut adalah komunitas buat kamu yang ingin mengabdi untuk sesama, dikutip dari Lem.fib.ugm.ac.id. 

 1.     Akademi Berbagi

Dimulai sejak Juni 2010, Akademi Berbagi adalah kelas belajar gratis tentang berbagai hal: menulis, fotografi, jurnalistik, advertising, komunikasi, dan seterusnya. Semua kelas free. Peserta tidak dipungut biaya, guru tidak dibayar, tempat juga meminjam. Semua dilatari semangat berbagi - karena berbagi bikin happy.

Twitter           : @akademiberbagi 

Fb FanPage    : Akademi Berbagi

Blog                : akademiberbagi.org

E-mail             : akademiberbagi@gmail.com

 

 2.     Jogja Menyala

Indonesia Menyala merupakan sebuah organisasi yang berada di bawah Indonesia Mengajar. Indonesia Menyala memiliki sukarelawan yang di tiap-tiap daerah memiliki Korwil. Untuk Yogyakarta lahirlah dengan nama resmi Jogja Menyala dan berbentuk Komunitas. Komunitas kita peduli dengan pendidikan di Indonesia, selain mengirimkan buku di tempat penempatan Pengajar Muda dimana sekolahnya sangat kekurangan buku yang layak. Komunitas tersebut juga mengupayakan berdirinya Perpustakaan Desa, Gizi dan Kesehatan Anak-anak, dan sebagainya.

Twitter          : @PenyalaJogja

FB                   : Jogja Menyala

PIN BB           : 314A2F9D 

 

 3.     Rumah Kagem

Rumah Belajar Kreatif Kaki Gunung Merapi (KAGEM) Yogyakarta merupakan lembaga nonprofit yang bergerak di berbagai kegiatan: sosial, pendidikan, pemberdayaan ekonomi masyarakat. Lembaga ini dibangun dengan semangat berbagi kepada sesama anggota masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan.Yayasan ini berdiri tanggal 19 Oktober 2011 dan baru diumumkan secara resmi kepada masyarakat luas pada tanggal 22 Januari 2012.

Blog                : kagemjogja.org

E-mail             : yrbk.kagem@yahoo.com

Telpon             : 0274-4362525

 

 4.     Komunitas Book For Mountain

Komunitas Book For Mountain lahir diawali adanya sebuah kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang diselenggarakan UGM pada 2010. Saat itu bagian kelompok KKN yang ditempatkan di Lombok Timur memiliki sebuah program untuk membangun perpustakaan di sekolah yang berada pada lokasi tersebut. Hal ini semata-mata karena melihat bahwa di lokasi tersebut memang belum terdapat perpustakaan yang menjadi ruang baca anak-anak. Akhirnya didirikanlah enam perpustakaan di sekolah yang berbeda.

Twitter          : @komunitas_BFM

Blog              : jogjastudent.com

Website         : bookformountain.tumblr.com 

 

 5.     Yayasan Dunia Damai Museum Anak Kolong Tangga

Adalah sebuah organisasi sosial non-profit yang bergerak di bidang seni, budaya dan pendidikan alternatif bagi anak-anak. Berdiri didasari oleh satu keprihatinan tentang kehidupan anak-anak Yogyakarta dan sekitarnya yang saat ini cenderung kehilangan ruang publik untuk bermain, belajar, dan tumbuh. Dirintis oleh beberapa relawan yang memiliki antusiasme dan kepedulian tinggi akan kehidupan anak-anak di sekitar, pendidikan moral dan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam mainan dan permainan tradisional.

Pada akhir tahun 2007, mereka membentuk satu komunitas yang bernama Komunitas Kolong Tangga. Dan, pada tanggal 2 Februari 2008, resmi membuka sebuah museum mainan dan melegalisasi komunitas menjadi sebuah yayasan bernama Yayasan Dunia Damai.

Lokasi: Gedung Taman Budaya Lantai 2 Jl. Sriwedani No. 01 Yogyakarta

Telpon: 08112633977

Email : untuk_semua_anak@yahoo.com

 

6.     KELAS INSPIRASI YOGYAKARTA

Bermula dari teman-teman Indonesia Mengajar dan beberapa teman profesional yang ingin berkontribusi pada pendidikan Indonesia, lahirlah konsep Kelas Inspirasi.  Kelas Inspirasi sudah tersebar lebih dari 50 wilayah di Indonesia. Profesional turun ke Sekolah Dasar (SD) selama sehari, berbagi cerita dan pengalaman kerja, serta memotivasi meraih cita-cita.

Beberapa profesional yang pernah menjadi relawan KI Yogya: Alysia Wahid, Marzuki Jogja Hip Hop Foundation, Herry Zudianto, Chef Haryo, Laely Prahiningtyas (Dirut BUMN), Estelia (Putri Pariwisata 2015), dll

Twitter: @KI_Yogya

Facebook: Kelas Inspirasi Yogyakarta

Instagram: @KI_Yogya

 

7.  Save Street Children Jogja

Save Street Children Jogja atau yang dikenal dengan SSC Jogja adalah sebuah komunitas yang peduli terhadap isu/permasalahan anak jalanan di Kota Yogyakarta. Berawal dari gerakan Twitter yang dipelopori oleh SSC Jakarta, SSC Jogja menjadi sebuah gerakan nyata pada tanggal 7 Agustus 2011.

?  Twitter          : @SSChildJogja 

?  Fb FanPage  : Save street Child Jogja 

?  Instagram     : @SSChildJogja 

?  Blog                : Savestreetchildjogja.blogspoot.com

?  E-mail            :  savestreetchildjogja@gmail.com

 

(Verin/Radio Edukasi/BPMRPK)

 

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar