Aktivitas

Analisis Kebutuhan Bahan Siar Radio Pendidikan 2017

Yogya (RE) - BPMRPK sejak tahun 2008 menjalin kerja sama dengan stasiun-stasiun radio, baik di DIY, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan, Papua, Sulawesi, Sumatera, NTT, dan NTB untuk menyiarkan konten-konten audio pendidikan yang dikembangkan. Jumlah stasiun radio yang menjadi mitra dalam menyiarkan konten pendidikan sejak tahun 2008 s.d. 2016 sebanyak 64 radio. Sebagai bentuk pelibatan stasiun radio mitra, setiap tahun BPMRPK mengumpulkan pengelola/perwakilan radio mitra untuk bersama-sama merancang bahan siar radio pendidikan dan mengevaluasi siaran radio pendidikan. Dalam salah satu pertemuan, diketahui bahwa sejumlah stasiun radio mitra belum pernah melakukan riset pendengar, baik untuk menentukan bahan siar pendidikan maupun untuk mengevaluasi bahan siar tersebut. Oleh sebab itu, tahun 2017 BPMRPK mengadakan kegiatan Analisis Kebutuhan Bahan Siar Radio Pendidikan sebagai salah satu langkah untuk pengembangan model media radio pendidikan.

Kegiatan Analisis Kebutuhan Bahan Siar Radio Pendidikan bertujuan untuk mengumpulkan dan menganalisis data tentang kebutuhan pendengar radio di lokasi stasiun radio mitra mengenai program dan konten siaran radio pendidikan. Kegiatan ini dilakukan di DIY dan Jawa Tengah tanggal 2 s.d. 4 Februari 2017. Delapan radio berpartisipasi dalam kegiatan ini, yaitu Radio Komunitas Karisma FM 107,9 (Gamping, Sleman), Radio Vedac 99 FM (Ngaglik, DIY), Radio Angkasa Tujuh 88.1 FM (Temanggung, Jateng), Radio Komunitas Sahabat Sejati (Ungaran, Jateng), Radio Fortuna (Kutoarjo, Jateng), Radio Komunitas KIM Lentera 107.7 FM (Purbalingga, Jateng), Radio LPPL Suara Banjarnegara 104.4 FM (Banjarnegara, Jateng), Radio Ria FM (Surakarta, Jateng).

Setelah observasi, wawancara, dan pembagian kuesioner di delapan lokasi, kegiatan dilanjutkan dengan Rapat Dalam Kantor (RDK) Presentasi Hasil yang dilaksanakan di Ruang Sidang BPMRPK pada 14 Februari 2017. Setiap surveyor mempresentasikan hasil pengolahan data di lokasi masing-masing. Kesimpulannya adalah: sebagian besar pendengar remaja mendengarkan radio sebanyak sekali dalam sehari, meski ada juga yang setiap waktu, yaitu pada sore dan mala hari. Informasi pengetahuan pendidikan yang paling dibutuhkan pendengar remaja adalah Bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan sebagian kecil membutuhkan Bahasa Inggris. Informasi pengetahuan budaya yang paling dibutuhkan remaja adalah musik dan humor. Informasi pengetahuan pendidikan karakter yang paling dibutuhkan pendengar remaja dari delapan lokasi adalah tokoh inspiratif dan kata mutiara.

Hasil kegiatan Analisis Kebutuhan Bahan Siar Radio Pendidikan selanjutnya menjadi masukan bagi BPMRPK untuk mengembangkan model bahan siar radio pendidikan, pengetahuan umum, dan budaya, yang rencananya akan diproduksi tahun 2017.  (Mariana Susanti/Radio Edukasi/BPMRPK)

This post has 2 Comments

  1. Iyep Saepumilah | Minggu, 17 Juni 2018

    Di PKBM Harapan Baru ada radio komunitas, yg menjadi salahsatu program kegiatan PKBM dan tempat pelatihan broadcasting, mohon pencerahan agar bisa bergabung dengan radio edukasi kemendikbud,

  2. Danu | Kamis, 28 Juni 2018

    halo pak Iyep Saepumilah. Semoga hari anda menyenangkan. untuk bergabung dalam kemitraan dengan Radio Edukasi, silakan mengajukan permohonan tertulis ditujukan kepada Kepala BPMRPK, sekaligus menuliskan program/bahan siar yang ingin dikerjasamakan dengan mendengarkan samplenya via web ini. Berikut alur kerjasamanya: 1. Radio calon mitra mengajukan permohonan tertulis. 2. Radio Edukasi mengirimkan draft MOU dlm bentuk softfile. 3. Radio calon mitra menandatangani draft MOU dalam bentuk ce

Kirim Komentar