Aktivitas

Analisis Kebutuhan Model Media Audio Pembelajaran untuk Tunanetra

Yogya (RE) - Tahun 2017, BPMRPK mengembangkan model media audio pembelajaran untuk anak tunanetra yang melibatkan interaktifitas mereka. Pengembangan model media di BPMRPK mengacu pada pengembangan model Dick and Carey, yaitu ADDIE. Pada tahap awal ini adalah tahap analisis kebutuhan. Pra analisis yang telah dilakukan oleh para pengembang model di BPMRPK adalah analisis melalui studi literature dan evaluasi pada penelitian model media audio untuk tunanetra yang telah dikembangkan sekira tahun 2013-2014 mendapatkan kesimpulan pada harus dilakukannya inovasi pada model media audio bagi tunanetra untuk lebih interaktif. Untuk itu, dalam analisis kebutuhan pada tahun 2017 ini, BPMRPK melakukan analisis pada konsep software dan atau hardware yang dibutuhkan melalui brainstorming dan wawancara maupun diskusi dalam kelompok yang terfokus (FGD) guna melengkapi kebutuhan pada tiap-tiap model yang dikembangkan.

Tujuan dari analisis kebutuhan ini adalah mendapatkan  informasi, data dan teknik-teknik tertentu dalam  mengembangkan model media audio pembelajaran interaktif untuk tunanetra. Dan komponen yang terlibat dalam kegiatan ini adalah (1) para stakeholder BPMRPK, (2) para pengembang model dari fungsional Pengembang Teknologi Pembelajaran, (3) para guru sebagai partner pengembang konten pembelajaran.

Kegiatan ini dilaksanakan mulai bulan Januari sampai dengan Februari, untuk tahapan pra analisis. Dan pengambilan data lapangan dilaksanakan pada tanggal 14–17 Maret 2017 di 7 lokasi di Indonesia, yaitu di Medan (Sumatera Utara), Payakumbuh (Sumatera Barat), Bandung (Jawa Barat), Mataram (NTB), Ruteng (NTT), dan Gorontalo.

Sedangkan metode pelaksanaan kegiatan analisis kebutuhan ini dilakukan melalui: (1) Diagnosa awal hasil penelitian media audio pembelajaran untuk tunanetra yang telah dikembangkan sebelumnya. (2) Studi literature untuk melengkapi desain pengembangan model dan menjajaki teknis pengembangan model. (3) Survey lapangan dan brainstorming dengan para pengembang model lainnya. (4) Wawancara dan diskusi dalam kelompok yang terfokus (FGD) pada saat pengambilan data dan informasi. (Syazha/Radio Edukasi/BPMRPK)

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar