Berita Pendidikan

STTNas dan Changzou Vocational Institute of Engineering China Tandatangani MoU Kerja Sama

Yogya (RE) - Guna meningkatkan kualitas pendidikan dalam bidang teknologi, Sekolah Tinggi Teknologi Nasional (STTNas) Yogyakarta menandatangani MoU kerja sama dengan Changzou Vocational Institute of Engineering China, di kampus setempat, Jumat (19/5). Kerja sama yang disepakati adalah dalam bidang penelitian, pertukaran pelajar, dan pertukaran dosen.

"Perkembangan teknologi serta budaya yang tengah berlangsung membuat semua pihak harus mempersiapkan diri, termasuk Indonesia. Untuk menyikapi hal ini, maka kerjasama internasional mutlak harus dilakukan," jelas ketua STTNas Yogyakarta, Ir. Ircham, M.T.

Dalam waktu dekat ini hal yang akan dilakukan oleh STTNas Yogyakarta adalah dengan terus menyosialisasikan dan mejalin komunikasi dengan pihak Changzou Vocational Institue of Engineering.  

"China merupakan negara yang berkembang pesat terutama dalam bidang teknologinya, sehingga kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi di negera tersebut menjadi sebuah programa strategis dalam meningkatkan kualitas mahasiswa," katanya.

Namun kerja sama ini masih terkendala dengan bahasa, dimana bahasa China menjadi bahasa inti yang digunakan dalam pembelajaran dan percakapan sehari-hari dan buku-buku yang digunakan pun juga tertulis dengan bahasa China.

"Saya berharap kerja sama yang akan terjalin selama tiga tahun ke depan ini dapat menambah wawasan dan menambah jaringan, karena China saat ini sangat gencar melakukan inovasi dalam segala bidang. Kita harus ambil kesempatan itu," paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dr Guan Weidong dari Changzou Vocational Institue of Engineering China mengatakan, pihaknya melihat bahwa Indonesia merupakan negara yang memiliki berbagai potensi sangat besar. Berdasarkan fakta tersebut, akan sangat strategis jika dibangun sebuah bentuk kerjasama yang baik di antara kedua belah pihak.

“Indonesia merupakan negara dengan potensi yang besar sehingga dimungkinkan akan terbangun sebuah bentuk kerjasama yang  baik antar dua negara dan dua perguruan tinggi,” ujarnya.

Ia menambahkan saat ini di lembaganya terdapat 11.000 mahasiswa, yang 20 persen diantaranya adalah mahasiswa dari berbagai negara di dunia.

“Indoensia juga diharapkan akan mengirimkan para mahasiswanya untuk belajar di China dengan segala fasilitas yang ada. Kami juga menyediakan beasiswa dengan berbagai level,” ujarnya. (Ken Fitriani/Radio Edukasi/ BPMRPK Kemdikbud)

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar