Berita Pendidikan

Tumbuhkan Spiritualitas dan Jiwa Sosial, SMA Negeri 10 Yogyakarta Gelar Pesantren Kilat

Yogya (RE) - Bulan Ramadhan sangat identik dengan kegiatan Pesantren Kilat bagi siswa di sekolah. Guna menumbuhkan nilai spiritualitas dan meningkatkan keimanan siswa, SMA Negeri 10 Yogyakarta menyelenggarakan pesantren kilat pada 29 -30 Mei 2017. Pesantren kilat tersebut diwajibkan untuk siswa kelas X dan XI.

"Pesantren kilat ini tidak hanya bertujuan untuk menambah ilmu agama, namun juga menumbuhkan jiwa sosial siswa. Kegiatan yang dilakukan ini pun juga memiliki unsur sosial”, jelas Guru Pendidikan Agama Islam SMA Negeri 10 Yogyakarta, Mar'atul Allamah, Selasa (30/5).

Untuk penyelenggaraan pesantren kilat ini dibagi di dua tempat, yakni untuk kelas X bertempat di sekolah, dan kelas XI bertempat di GOR Ambarbinangun. Sementara untuk materi pesantren kilat kelas X difokuskan pada perawatan jenazah, sedangkan untuk kelas XI materi difokuskan pada pelatihan ibadah haji. Dalam pesantren ini, SMA Negeri 10 Yogyakarta bekerja sama dengan Lembaga Pendidikan Al-Qur'an Al-Fadl sebagai pengisi materi dan panitia penyelenggara.

"Mengapa kami memilih untuk memberikan materi perawatan jenazah? Sebagai orang muslim, kita tentu harus menolong orang lain. Karenanya, kita butuh membekali diri dengan pengetahuan agar kapan pun bisa membantu orang lain. Misalnya, suatu ketika dihadapkan dengan jenazah, mereka akan tahu apa yang harus dilakukan," katanya.

Mar'atul menambahkan, usia SMA merupakan usia yang sudah cukup mampu untuk bersosialisasi dengan masyarakat yang lebih luas. Oleh sebab itu, mereka harus dibiasakan untuk saling tolong menolong, termasuk ketika ada sanak saudara atau masyarakat yang tertima musibah kematian.

"Jika tidak dibiasakan, nanti mereka lupa. Materi perawatan jenazah ini juga ada di semester dua, karena itu kami kaitkan dengan pesantren kilat," paparnya.

Sementara itu, Wakil Bidang Kehumasan SMA Negeri 10  Yogyakarta, Sri Moerni mengatakan, pesantren kilat ini diikuti oleh 164 siswa kelas X dan 150-an siswa kelas XI.

"Dengan berkumpul bersama teman-teman di luar jam sekolah, mereka juga belajar beradaptasi sambil menambah keilmuan agama,” pungkasnya. (Ken Fitriani/Radio Edukasi/BPMRPK)

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar