Berita Pendidikan

Menko Polhukam: Kesadaran Masyarakat akan Ideologi Pancasila Harus Dibangun Kembali

Yogya (RE) - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Pulhukam) Jenderal TNI (Purn) Wiranto menyampaikan bahwa saat ini sudah terjadi berbagai potensi penyusutan akan kesadaran ber-Pancasila. Pendapat ini dilandaskan pada pengalamannya selama dua dasawarsa mendampingi beberapa presiden Republik Indonesia. Hal ini disampaikan Wiranto dalam paparannya yang disampaikan di Seminar Nasional bertajuk “Pancasila Rumah Semua Anak Bangsa” di Gedung Prof. R.H.A. Soenarjo, SH. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN Suka) Yogyakarta, Rabu (9/8).  

“Akhir-akhir ini gerakan anti Pancasila semakin mencolok, dipicu oleh perkembangan teknologi informasi sehingga banyak paham dari luar dengan leluasa masuk, sementara pemahaman akan ideologi Pancasila sangat minim,” paparnya.

Generasi muda yang merasa sebagai masyarakat dunia, merasa tidak harus mematuhi ideologi Pancasila. Terlebih lagi jika hukum dan undang-undang tidak segera diperbaharui, maka akan sulit mengatur perkembangan masyarakat di negri ini. Oleh karena itu, Wiranto memandang perlunya membangun kembali kesadaran masyarakat tentang ideologi Pancasila, dan itu harus dilakukan secepat mungkin.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor UIN Suka Yogyakarta, Prof. Yudian Wahyudi mengatakan, UIN Suka Yogyakarta menilai penting untuk terus memperhatikan dan sedapat mungkin mencegah adanya kelompok-kelompok tertentu untuk mendelegitimasi atau mengganti ideologi Pancasila.

“Selama ini ada tiga model perjuangan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok untuk mengganti Pancasila, yaitu melalui jalan pemberontakan, melalui jalan politik, dan melalui jalan pendidikan. Oleh sebab itu kami menganggap penting dan strategis mengapa seminar ini dilaksanakan. Pancasila adalah legacy terbesar para founding father untuk bangsa ini,” katanya.

Selain menghadirkan Menko Polhukam sebagai pembicara, seminar nasional ini juga dihadiri oleh Deputi Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila, Anas Saidi, dan Mantan Anggota Komnas HAM dan Pengasuh Pesantren Tebu Ireng, KH. Salahuddin Wahid. (KenFitriani/ Radio Edukasi/ Kemdikbud)

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar