Berita Pendidikan

SMA Negeri 2 Playen Jadi Sekolah Adiwiyata Nasional

Yogya (RE) - Bank Sampah Sekolah yang digunakan sebagai objek pembelajaran mata pelajaran Ekonomi, berhasil membawa SMA Negeri 2 Playen, Kabupaten Gunungkidul menjadi Sekolah Adiwiyata Nasional. Fadmiati M.Pd., guru mata pelajaran Ekonomi sekaligus Kepala SMA N 2 Playen, Kabupaten Gunungkidul yang berkontribusi mengajarkan siswa untuk menghitung penghasilan dari Bank Sampah Sekolah. Program ini berawal sejak Sekolah Peduli Lingkungan Tahun 2010, hingga berlanjut menjadi Sekolah Adiwiyata yang dikembangkan sejak 2015 hingga akhir 2017. Saat ditemui di ruang kerjanya (2/01/2018), Fadmiati mengatakan saat ini nilai cinta lingkungan diintegrasikan ke dalam semua mata pelajaran bahkan seni tari pun terintegrasi dengan adiwiyata.

“Semua mata pelajaran terintegrasi dengan program Sekolah Adiwiyata, bahkan dalam mata pelajaran seni tari juga menerapkan. Siswa diajak keluar kelas kemudian memperhatikan gerakan daun dan dahan lalu diminta untuk menirukan dengan teknik tari yang diajarkan. Sementara itu, telah tercipta tarian bernama “Bledeg Mandala” sebagai wujud perpaduan seni tari dengan alam dengan iringan musik tradisional dan modern,” ujar Fadmiati.

Program unggulan SMA N 2 Playen adalah adanya Satuan Petugas (Satgas) lingkungan hidup yang menghidupkan bank sampah. Dengan itu pemilihan sampah dipastikan dapat berjalan dengan optimal. Selain itu, sekolah ini juga memiliki kebun naga bersama yang hingga kini sudah tumbuh sebanyak 1.250 pohon. Setiap kelas memiliki tanaman, baik buah maupun sayur, yang nantinya akan dijual ketika panen tiba. Guru pun turut berpartisipasi dengan cara menanami kebun di belakang sekolah dengan tanaman cabai. Sekolah adiwiyata ini didukung dengan luas sekolah lebih dari 3 hektare, sehingga terdapat rencana untuk pembuatan hutan sekolah guna menunjang paru-paru kota.

Fadmiati menambahkan, tahun 2018 ini, SMA N 2 Playen akan melanjutkan program menjadi Sekolah Adiwiyata Mandiri, dimana membantu perintisan sekolah lain menjadi sekolah adiwiyata. (BimaRizky/RadioEdukasi/Kemdikbud)

 

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar