Artikel

Tips Meringankan Diare

Pernahkan anda mengalami penyakit yang satu ini? Dimana anda berulang kali buang air besar dengan jumlah melebihi normal? Itu adalah penyakit diare. Diare adalah sebuah penyakit di mana tinja atau feses berubah menjadi lembek atau cair dan terjadi paling sedikit tiga kali dalam 1 x 24 jam.
Untuk mengetahui apakah seseorang mengalami diare dan penyebabnya, pertama, Anda harus mengumpulkan informasi seputar gejala yang dialami. Misalnya, bagaimana tekstur feses, frekuensi buang air besar, kebiasaan sehari-hari orang yang menderita diare tersebut. Selain itu Anda juga harus mengamati jika ada gejala lain yang menyertai, salah satunya adalah demam tinggi, konsumsi makanan yang tidak biasa, faktor psikologis, dan pengobatan tertentu yang mungkin sedang dijalani.
 
Saat seseorang terkena diare, bagaimana mengatasinya? Yang perlu Anda ketahui adalah gejala diare umumnya akan hilang dengan sendirinya tanpa bantuan pengobatan apa pun. Biasanya diare berlangsung hingga 7 hari. Pada kasus tertentu, diare dapat berlangsung lebih lama tergantung penyebabnya. Anda bisa melakukan beberapa hal berikut untuk meringankan kondisi yang sedang dialami:
 
1. Perbanyak Asupan Cairan
Saat mengalami diare, anda harus mengonsumsi lebih banyak cairan. Terutama jika disertai muntah. Hal ini dibutuhkan untuk menghindari dan menangani dehidrasi. Minumlah sedikit-sedikit tapi sering. Lebih baik masuk cairan sedikit daripada tidak sama sekali. Karena salah satu yang paling berbahaya dari diare adalah terjadinya dehidrasi pada penderitanya.
 
2. Makan
Pada saat diare berlangsung, para ahli menyarankan agar Anda tidak mengonsumsi makanan padat dulu. Setidaknya sampai Anda mampu makan dengan normal. Makanlah dalam porsi lebih sedikit dari biasanya dan yang tak kalah penting adalah hindari makanan yang berlemak dan pedas.
 
3. Cairan oralit
Bagi penderita diare yang rentan dehidrasi, disarankan juga untuk meminum cairan oralit. Oralit dijual bebas di apotik. Anda tinggal mencampurnya dengan air. Fungsi oralit adalah untuk menggantikan garam, glukosa, dan mineral penting lain yang mungkin hilang saat mengalami kekurangan cairan. Untuk penderita anak-anak, dokter akan menyarankan oralit apabila terlihat tanda-tanda dehidrasi. Oralit dapat diberikan tiap kali anak buang air besar. Banyaknya tergantung pada berat badan anak tersebut.
 
4. Penggunaan obat-obatan
Obat antidiare dapat mengurangi gejala diare dan mempersingkat durasinya. Namun, sebenarnya obat tidak diperlukan karena sistem kekebalan tubuh akan melawannya secara alami. Jangan minum obat antidiare jika diare disertai gejala lain seperti demam tinggi dan terdapat darah atau nanah pada feses. Sebaiknya Anda segera berkonsultasi dengan dokter.
 
Sumber: dr. Fitri dalam siaran “RE MEDIKA” di AM 1251 kHz dan http://radioedukasi.kemdikbud.go.id/streaming.html pada hari Kamis, 21 Desember 2017, pk. 14.00-15.00 WIB.

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar