Aktivitas

Rekonsiliasi SAK Simak BMN tahun 2018 tahap I

Yogya (RE) - Rapat Dalam Kantor (RDK) Rekonsiliasi SAK – Simak BMN tahun 2018 tahap I menjadi kegiatan pertama BPMRPK di tahun anggaran baru ini. Acara berlangsung di ruang pertemuan BPMRPK, jalan Sorowajan Baru No. 367 Banguntapan bantul Yogyakarta, Senin (15/1) yang lalu. Acara diikuti oleh seluruh jajaran pimpinan Balai dan staff Tata Usaha sejumlah total 17 orang. Sebagai narasumber dihadirkan Dani Kuryanto,  kepala seksi PKN (Pengelolaan Kekayaan Negara) KPKNL Yogyakarta.

Dalam sambutannya, kepala Balai, Drs. Aristo Rahadi, M.Pd. menyampaikan alasan diadakannya RDK Rekonsiliasi SAK-SIMAK BMN ini karena BPMRPK menemui beberapa kendala dalam mensinkronkan data antara Aplikasi SAIBA dan aplikasi SIMAK BMN serta persediaan, sehingga ada perbedaan atau selisih, yang akibatnya terkendala dalam proses rekonsiliasi. ”Ini jelas berdampak pada terkendalanya proses pencairan anggaran tahun 2018. Sehingga, dimohon bantuannya dari narasumber KPKNL untuk dapat mendampingi prosesnya, agar ditemukan solusi permasalahan yang terjadi.”

 

Pada saat yang sama, Dani menjelaskan bahwa aset merupakan bagian terbesar dalam laporan keuangan, sehingga ada 1 bagian saja yang tidak balance di aplikasi SAIBA, akan langsung dikejar (karena ibaratnya selisih Rp 1,- sama saja selisih Rp 1 Milyar,-. “Barang milik negara (BMN) baru akan berhenti ditanyakan keberadaannya, laporannya, fisiknya, maupun pemanfaatannya jika sudah dihapus dari pencatatan.  Bahkan pemindahan posisi 1 BMN saja harus dikembalikan lagi ke posisi atau ruang semula, karena sudah ada di tiap daftar inventaris ruangan,” imbuhnya.

Dani juga menyebutkan, dari penelaahan yang dilakukan oleh pihak KPKNL, permasalahan yang terjadi pada rekonsiliasi SAK-SIMAK BMN BPMRPK adalah pengiriman data persediaan tidak balance disebabkan neraca persediaannya bergerak. Padahal seharusnya tidak.

Kegiatan RDK ditutup dengan penyusunan dan perbaikan laporan SAK-SIMAK BMN semester 1 (satu) dan 2 (dua) Tahun 2017 satker BPMRPK dengan pendampingan narasumber. (Danu & Hesti/ Radio Edukasi/ BPMRPK Kemdikbud)

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar