Berita Pendidikan

Lima Perupa Muda ISI Yogyakarta Gelar Pameran Seni Rupa

Yogya (RE) – Lima orang seniman muda dari Institut Seni Indonesia (ISI) menggelar pameran seni bertajuk “Hepi-hepi” yang berlangsung mulai tanggal 3 hingga 28 Februari 2018 di Tirana Art House and Kitchen, Yogyakarta. 

Kata “hepi-hepi” merupakan sebuah plesetan dari kata dalam Bahasa Inggris “happy”, sehingga melalui tema ini terkandung unsur instrinsik adanya kebahagiaan dalam berkarya seni. “Hepi-hepi” merupakan suatu kebahagiaan dalam berimajinasi. Imajinasi dan “hepi-hepi” seperti arus bolak-balik yang saling mempengaruhi. “Hepi-hepi” bisa menimbulkan imajinasi, begitu pula sebaliknya. Imajinasi secara umum adalah kekuatan atau proses menghasilkan citra mental dan ide. Imajinasi dapat dikatakan suatu kerja akal dalam mengembangkan suatu pemikiran yang lebih luas dari apa yang pernah dilihat, didengar, dan dirasakan.

Di sini, konteks hepi-hepi menjelma menjadi sebentuk ideologi dalam menciptakan karya. Ideologi merupakan ide ataupun gagasan, yang didapat melalui proses “hepi-hepi” yaitu sebuah proses berkarya yang bebas dalam menuangkan ekspresi, sedikit mengesampingkan ajaran-ajaran normatif, dan tidak ada yang membebani. 

Pameran ini bertujuan untuk memaparkan konsep sederhana kepada masyarakat khususnya publik seni, bagaimana meniti karir sebagai seniman melalui proses pameran seni dan sebagai ajang eksistensi diri. Pameran “Hepi-hepi” memamerkan karya 5 (lima) perupa muda dengan latar pendidikan yang berbeda-beda dan juga berasal dari daerah yang berbeda. Setiyoko dan Miftahul Khoir dari Jurusan Seni Murni, Susiyo Guntur dan Lambang Hernanda dari Jurusan Desain Komunikasi Visual, Ahmad Khoirudin Nasikin dari Jurusan Patung. Cara pandang berkarya menyatukan mereka, bahwa berkarya harus bebas tanpa beban. (Iin Nurmalia/Radio Edukasi/ BPMRPK Kemdikbud)

 

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar