Artikel

Prestasi Internasional Tim Racing Garuda UNY

Menjadi yang terbaik dalam ajang kompetisi tingkat internasional pasti membanggakan, terlebih bisa mengharumkan nama bangsa dan negara. Itulah yang dirasakan oleh dua mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Abdul Rosyid dan I Wayan Yogi Arta, anggota Tim Racing Garuda UNY, yang berhasil meraih predikat Best of the Best Over All dan Best Team Work di ajang International Student Car Competition Korea Selatan 2017. Hal itu mereka ungkapkan saat mengisi program bincang-bincang live “Prestasi Anak Negeri” di Radio Edukasi Kemdikbud, pada Rabu, 31 Januari 2018, pukul 14.00 WIB. Pada kesempatan itu Abdul Rosyid menceritakan pengalamannya dalam mengikuti kompetisi tingkat internasional tersebut. 

“Kompetisi ini diikuti oleh berbagai negara, diantaranya India, Korea Selatan, Indonesia dan masih banyak lagi. Dan Tim Racing Garuda UNY merupakan satu-satunya wakil dari Indonesia. Pada kompetisi itu meliputi beberapa kategori yaitu kategori Manuver, kategori Acceleration, dan kategori Endurance. Untuk kategori Akselerasi meraih peringkat pertama, kemudian kategori Endurance meraih peringkat pertama juga, dan kategori Manuver meraih peringkat kedua.  Dari ketiga kategori tersebut Tim Racing Garuda UNY meraih Best of the Best atau juara umum, sekaligus meraih Best Team Work karena memiliki tingkat kekompakan yang paling bagus,“ ujarnya.

Abdul Rosyid menyatakan rasa senang dan bangganya atas prestasi itu, apalagi dapat mewakili Indonesia di ajang internasional, serta dapat membanggakan almamater UNY. “Saya bangga bisa memberikan yang terbaik, khususnya untuk Indonesia dan juga almamater kita UNY,” katanya.

Abdul Rosyid menambahkan, untuk bisa meraih prestasi, dibutuhkan kerja keras, etos kerja yang tinggi, doa dan restu orangtua, tahan banting, dan pantang menyerah. Rosyid menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukungnya, yaitu pihak kampus dan para sponsor.
“Untuk bisa meraih prestasi harus kerja keras, etos kerja yang tinggi, restu orangtua, pantang menyerah. Ibarat seperti “bola bekel“, setiap dibanting akan melenting ke atas lebih tinggi. Jadi kami dilatih oleh advisor untuk tahan banting,” ujarnya. 

Selanjutnya Abdul Rosyid berharap kepada teman-teman untuk bisa memaksimalkan potensi yang dimiliki, baik hard skill (kemampuan IT) dan soft skill (sikap) yang bisa bermanfaat bagi negara dan negara.

”Pesan untuk teman-teman, mumpung masih muda, ini adalah masa yang paling mahal di kehidupan, maksimalkan potensi yang kita miliki, baik hard skill (kemampuan IT) dan soft skill (sikap), bagaimana passion kita itu bisa kita maksimalkan. Jangan selalu berada pada zona yang nyaman, lebih baik kita keluar dari zona nyaman tersebut untuk membentuk diri kita supaya nanti bisa menjadi pribadi yang kuat, tak mudah menyerah, jangan menjadi anak muda yang istilah kekiniannya “Generasi Micin”. Jadi kita harus benar-benar menggali potensi kita, jangan lupa terhadap kewajiban kita untuk tetap beribadah. Meskipun kita hidup di era teknologi, janganlah terlalu di-nina bobo-kan oleh teknologi tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, I Wayan Yoga Arta, rekan satu timnya meminta doa dan dukungan karena pada bulan Maret 2018 akan kembali mengikuti kompetisi Shell Echo Marathon di Singapura.

“Rencana terdekat pada bulan Maret 2018 Tim Racing Garuda UNY akan kembali mengikuti kompetisi Shell Echo Marathon di Singapura. Kami mohon doa dan dukungannya semoga berhasil di ajang tersebut. Apabila berhasil kami akan mendapatkan tiket untuk berlaga di London,” katanya. (Yudha Wijasena/Radio Edukasi/BPMRPK Kemdikbud) 

 

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar