Berita Pendidikan

Komisi A DPRD Inisiasikan Program Sinau Pancasila Kerjasama dengan Pusat Studi Pancasila UGM

Yogya (RE) - Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY menginisiasi  program dengan fokus pendidikan Sinau Pancasila. Program tersebut bekerjasama dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Pemda DIY, Pusat Studi Pancasila Universitas Gajah Mada dan beberapa Pusat Studi Pancasila di beberapa Perguruan Tinggi di Yogyakarta.

Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suswanto mengungkapkan program tersebut sebenarnya telah dilakukan sejak 2017, namun untuk tahun ini akan lebih dimaksimalkan lagi. “Tahun ini akan menyasar 78 Kecamatan yang ada di DIY, ditambah dengan 10 pertemuan di tingkat Kabupaten,” ujarnya saat konferensi pers di ruang Bapemperda DPRD, Rabu (7/2). Menurutnya setiap pertemuan nantinya akan menghadirkan 100 orang dari seluruh unsur masyarakat dengan fokus generasi millenial agar dapat menjadi pelopor Pancasila.

Program Sinau Pancasila akan berisi bina ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan. Hal tersebut menjadi langkah Komisi A DPRD DIY untuk mengurangi permasalahan sosial yang sering terjadi di masyarakat dan memperkuat rasa kebangsaan, serta menggelorakan Pancasila untuk mengatasi berbagai ancaman seperti intoleransi, radikalisme, terorisme, dan narkoba.

Sementara itu, Seketraris Kesbangpol Yogyakarta, Sugeng Iriyanto mengungkapkan anggaran program ini berasal dari APBD DIY sebanyak Rp1,4 milyar. “Program ini akan menyasar Kabupaten Sleman pada bulan Februari sampai Maret, Kebupaten Kulon Progo pada bulan April dan Mei, Kota Yogyakarta pada bulan Juni, Gunung Kidul setelah puasa dan Kabupaten Bantul pada September nanti,” ujarnya. Selain itu untuk menyasar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Sekolah Menengah Akhir (SMA) akan dilaksanakan bulan Oktober dan November.

Universitas Gajah Mada (UGM) melalui Pusat Studi Pancasila tahun ini akan menyusun Indeks Ketahanan Ideologi Pancasila (IKIP) berdasarkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), guna mengukur ketahanan Pancasila. “Kita sedang menyusun instrumenya, nantinya akan uji coba instrumen di Sleman, baru akan melakukan validasi empirik, indikatornya terkait lima butir Pancasila,” ujarnya.

Eko berharap, upaya tersebut juga sebagai langkah mengatasi kemiskinan dan kesenjangan dalam serta mewujudkan masyarakat yang sejahtera bangsa Indonesia akan semakin kuat dan hebat. (Iin Nurmalia/ Radio Edukasi/ BPMRPK Kemdikbud)

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar