Berita Pendidikan

Pelayanan Lansia Dibahas dalam Rakorwil MPS Muhammadiyah

Yogya (RE) - Tingginya masalah sosial masyarakat yang melanda Yogyakarta sekarang ini, menjadi perhatian serius Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta. Bentuk perhatian dan kepedulian tersebut dilakukan dengan menyelenggarakan Rapat Koordinator Wilayah (Rakorwil) Majelis Pelayanan Sosial (MPS) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY, di Islamic Center Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta. Minggu (11/2).

Adapun tema Rakorwil MPS DIY yang diusung adalah ‘Muhammadiyah Itu Melayani’. Menurut Ridwan Furqoni, Ketua MPS PWM DIY, tema itu diangkat karena Muhammadiyah ingin menegaskan kembali bahwa Muhammadiyah hadir untuk melayani umat dan masyarakat, khususnya kaum mustadh’afin atau kelompok lemah dan terpinggirkan. “Secara formal MPS ini dibuatk khusus untuk pelayanan sosial itu baru tahun 2010. Selama ini yang dibuat baru panti asuhan anak yang saat ini  sudah berjumlah 21 panti,“ katanya.

Berdasarkan data dari Dinas Sosial DIY, masih ada sekitar 26 catatan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), diantaranya adalah difabel, lansia, korban narkotika, korban kekerasan, dan lainnya. Oleh sebab itu, MPS akan berupaya untuk membantu pemerintah dalam mengentaskan PMKS tersebut, sehingga tidak menjadi beban orang lain. “Dalam Rakorwil ini ada kami membahas terkait dengan Panti Asuhan Anak, pembangunan jejaring mobil kemanusiaan atau ambulans gratis, difabel, lansia. Difabel atau lansia , salah satunya akan menjadi program kerja kami di tahun ini,“ jelasnya.

Data yang dicatat oleh Dinas Sosial, angka PMKS tertinggi di DIY adalah fakir miskin yakni di atas dua ratus ribu orang, lansia sekitar dua puluh enam ribu orang, difabel sekitar lima belas ribu orang. “Kalau kita memilih lansia sebagai program kerja, ada tiga metode yang sudah siapkan, atau kita akan membuat lembaga bisa model panti jompo atau model day care. Dalam Islam, kita harus berbakti kepada orang tua. Jangan dipantikan, makanya kita berinisiatif membuat day care,“ ungkapnya.

Sementara itu, Ketua PWM DIY, Gita Danupranata mengatakan, Muhammadiyah sampai kini telah eksis sebagi gerakan organisasi kemasyarakatan dan keagamaan dengan core bisnis utama pelayanan sosial dan pendidikan. Namun hingga kini belum adanya konsep yang matang tentang kepelayanan sosial yang mengikuti perkembangan zaman. “MPS sebagai unsur pembantu pimpinan PWM DIY mempunyai visi berkembangnya fungsi pelayanan sosial Muhammadiyah di DIY dalam mengentaskan kemiskinan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dan mewujudkan masyarakat inklusif melalui sistem yang terencana dan terpadu dilandasi semangat menegakkan keadilan,“ paparnya.

Rakorwil tersebut dibagi menjadi dua bagian. Pertama, diskusi panel yang menghadirkan Kepala Dinas Sosial DIY, Drs. Untung Sukaryadi, MM yang menyampaikan kebijakan penanganan PMKS di Yogyakarta, Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Ro’fah Makin, S.Ag, BSW, MA, Ph.D yang membahas peran dan tantangan Muhammadiyah dalam peningkatan kesejahteraan sosial. (Ken/Radio Edukasi/BPMRPK Kemdikbud)

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar