Aktivitas

Kegiatan Studi Kelayakan Lokasi Sekolah Model Media Audio Pembelajaran

Yogya (RE) - Kegiatan Studi Kelayakan Lokasi Sekolah Model media audio pembelajaran adalah Kegiatan yang mengundang  dinas pendidikan dari 21 kabupaten 3T (Terluar, Terdepan, Tertinggal) untuk menentukan sekolah yang layak menjadi sekolah model yang memanfaatkan media audio pembelajaran yang dikembangkan oleh BPMRPK Kemdikbud. Kegiatan ini dilaksanakan di hotel New Saphir  jl. Laksda Adisucipto no.38 Yogyakarta ( 21-23/3) yang dihadiri oleh kepala bidang PAUD, kepala seksi PAUD, dan kasi sarana prasarana dari kabupaten Aceh Singkil (NAD), Kab. Pesawaran (Lampung), Lampung Barat (Lampung), Situbondo (Jawa Timur), Lombok Tengah (NTB), Halmahera Barat (Maluku Utara), Sumba Timur (NTT), Kab Penajam Paser Utara (Kalimantan Timur), Nunukan (Kalimantan Utara), Hulu Sungai Utara (Kalimantan Selatan), Kab. Landak (Kalimantan Barat), Kab. Donggala (Sulawesi Tengah),  Kab. Konawe (Sulawesi Utara), Gorontalo Utara (Gorontalo), Kab. Sorong (Papua Barat), Kab. Sarmi (Papua), Kab. Bengkulu Tengah (Bengkulu), Kab. Mamasa (Sulawesi Barat), Kab. Bangkalan (Jawa Timur), Kab. Manggarai Barat (NTT), dan Kab. Solok Selatan (Sumatera Barat).  

Drs. Aristo Rahadi, Kepala BPMRPK Kemdikbud, sebagai narasumber pertama pada acara ini menyampaikan materi tentang Peran Media Audio dalam Pemerataan Pendidikan di Daerah 3T. Narasumber yang kedua, Gogot Suharwoto, Ph.D, Kepala Pustekkom Kemdikbud, yang menyampaikan materi Kebijakan Pemanfaatan TIK untuk Pemerataan Pendidikan di Daerah 3T. Narasumber ketiga, Prof. Dr. Netti Herawati, Ketua Umum Himpaudi, menyampaikan materi tentang Karakteristik Peserta Didik PAUD di Daerah 3T. Sedang narasumber keempat adalah Drs. Maryana, M.Pd dari Direktorat Pembinaan PAUD.

Setelah acara pemaparan materi oleh narasumber, peserta dibagi menjadi 6 kelompok yang dipandu oleh fungsional PTP BPMRPK untuk mendiskusikan dan menentukan sekolah pada jenjang pendidikan PAUD dari masing-masing kabupaten yang memenuhi kriteria menjadi sekolah model  media audio pembelajaran. Kriteria tersebut mencakup jumlah siswa dan guru memenuhi standar pembelajaran, ketersediaan ruang kelas sesuai jumlah siswa, ketersediaan listrik, memiliki alat pemutar media audio pembelajaran, guru mempunyai kemampuan untuk mengoperasikan alat pemutar (laptop/computer/tape player/musik box). Dari hasil diskusi diketahui masing-masing 21 kabupaten 3T terpilih 25 sekolah jenjang PAUD yang telah memenuhi criteria sekolah yang layak untuk memanfaatkan media audio pembelajaran. Jadi total keseluruhan dari 21 kabupaten 3T dihasilkan 525 sekolah yang layak menjadi sekolah model media audio pembelajaran. (Innayah/ Radio Edukasi/ BP<RPK Kemdikbud)

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar