Aktivitas

RDK Penulisan Naskah Audio untuk PAUD

Yogya (RE) - Salah satu proses dalam pengembangan bahan ajar untuk anak usia dini yang dikembangkan BPMRPK adalah  penulisan naskah media audio. Kegiatan penulisan naskah model media audio untuk PAUD merupakan kegiatan lanjutan penyusunan Garis Garis Besar Isi Media / Jabaran Materi (GBIM JM). Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengembangkan GBIM JM menjadi tulisan naskah media audio sesuai format rancangan.

Naskah yang dihasilkan dalam kegiatan penulisan naskah model media audio ini adalah naskah yang siap ditindaklanjuti dalam proses produksi sebagai bagian siklus pengembangan model pembelajaran. Dalam kegiatan ini juga dihasilkan panduan  pemanfaatan guru dan bahan penyerta yang siap untuk ditindaklanjuti atau dicetak.

Kegiatan Penugasan Penulisan naskah ini dilaksanakan melalui Rapat di Dalam Kantor (RDK) selama 1 hari (20/3) dan melibatkan penulis 12 orang terdiri dari guru TK/PAUD yang ada di DIY, pengkaji materi 6 orang terdiri dari Dosen PAUD UNY dan Praktisi PAUD  serta pengkaji media 15 orang yang berasal dari BPMRPK.  Para penulis menyusun naskah secara mandiri hingga waktu pelaksanaan finalisasi yang akan dilaksanakan secara bertahap. Finalisasi tahap I dilaksanakan pada tanggal 13 Maret 2018 dan finalisasi tahap II dilaksanakan pada tanggal 20 Maret 2018.

Proses pengkajian naskah oleh pengkaji materi dan pengkaji media dilaksanakan secara on going selama 4 minggu. Ketiga model media audio yang akan ditulis naskah beserta panduan pemanfaatannya adalah model media audio Aku Baca dalam Cerita (ABC), model Matahari (Media Audio Tuntunan sehari-hari), dan model Ceria (Cerita Ekspresi dan Imajinasi Anak).  Kegiatan ini menghasilkan 20 judul naskah media audio untuk masing-masing model (3 model), sehingga seluruhnya berjumlah 60 judul naskah media audio beserta panduan pemanfaatan.

Dalam sambutannya sekaligus sebagai narasumber, Kepala BPMRPK Drs Aristo Rahadi, M.Pd menyampaikan agar sebelum menulis naskah para penulis harus banyak mendengarkan program yang sudah ada untuk menumbuhkan inspirasi. “Saya ingin produk tahun ini lebih bagus yang diproduksi tahun lalu, maksimalkan karakter audionya, maksimalkan ilustrasi musiknya yang sudah ada dan maksimalkan permainan sound efeknya. Hindari kesan jawa sentris baik dari sisi peristilahan, budaya jawa dan tidak menyinggung budaya lain ataupun ada nuansa sara. Pergunakan istilah yang sudah popular, untuk variasi musik boleh kedaerahan, namun dipertimbangkan musik yang mempunyai rasa nasional,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama Kepala seksi Perancangan Model, Drs. Wahyudi, M.Si. memberikan tip dan  saran bahwa untuk pengkaji media harus bisa membuat produk audio ini lebih gurih atau dikemas lebih menarik lagi, hindari hal hal yang tidak ada dalam audio, misalnya guru harus menyediakan alat peraga, ataupun gambar, pada intinya adalah tidak merepotkan guru ketika menggunakan produk ini. (Arif BS/Radio Edukasi/BPMRPK Kemendikbud)

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar