Berita Pendidikan

BSN Dorong Industri Terapkan SNI Secara Sukarela

Yogya (RE) – Guna menaikkan daya saing industri di pasar domestik dan mendorong daya saing di pasar global, Badan Standar Nasional (BSN) terus motivasi industri untuk menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) secara sukarela. "Kami dorong industri atau perusahaan untuk menerapkan SNI karena konsumen sekarang sudah mulai cerdas dalam memilih produk yang aman dan berkualitas, baik dalam bentuk barang maupun jasa," kata Deputi Bidang Penerapan Standar dan Akreditasi BSN Kukuh S. Achmad saat mengunjungi perusahaan PT Tigaraksa Satria, Yogyakarta, Jumat (16/3/2018).
 
Hingga saat ini BSN telah menetapkan 11.670 SNI, 9.795 diantaranya masih berlaku. Sementara 206 SNI diberlakukan secara wajib oleh instansi teknis. Artinya, sebanyak 9.589 SNI diterapkan secara sukarela. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) hingga tahun ini  telah memberlakukan sebanyak 105 SNI wajib pada sektor industri manufaktur yang meliputi berbagai komoditas, mulai dari makanan, minuman, kimia dasar, tekstil dan aneka, logam, kimia hilir, otomotif, elektronika. "Namun pada akhirnya nanti kami ingin semua industri memiliki kesadaran menerapkan SNI secara sukarela," ujar Kukuh.
 
Sementara untuk sektor usaha mikro, kecil, dan menengah, BSN akan melakukan pembinaan serta insentif agar produk yang dihasilkan bisa disesuaikan standar SNI.
"Kami memang punya target usaha mikro juga bisa menerapkan SNI, karena kalau tidak nantinya akan tersaingi dengan produk sejenis dari luar," papar Kukuh.
Kukuh menambahkan, sebagai contoh PT Tigaraksa Satria Tbk, yang telah menerapkan SNI dengan cara sukarela, membawa perusahaan tersebut sebagai penerima “SNI Award 2015”. Menurut dia, perusahaan yang salah satu usahanya bergerak di bidang manufacturing services tersebut telah menerapkan Sistem Manajemen Mutu SNI ISO 9001:2008, Sistem Keamanan Pangan SNI ISO 22000:2009, dan SNI ISO/IEC 17025:2008. “Hal ini membuktikan bahwa dalam menerapkan SNI tidak harus dipaksa melalui regulasi atau pemberlakuan SNI secara wajib, “ ungkapnya.
 
Sementara itu, Senior Factory Manager PT Tigaraksa Satria Tbk, Darmadi mengatakan, sertifikat SNI telah menambah kepercayaan perusahaan untuk bisa bersaing dengan industri/organisasi lain. “Dengan diterimanya SNI Award tahun 2015, telah memberikan kepercayaan kepada prinsipal untuk meningkatkan kerjasama di bidang produksi dan pengemasan produk susu bubuk. Penerapan SNI mendatangkan banyak manfaat, “ jelasnya. (KenFitriani/ Radio Edukasi /BPMRPK Kemdikbud)

This post has 1 Comments

  1. Muhamad Zaid | Sabtu, 08 Desember 2018

    terima kasih infonya

Kirim Komentar