Berita Pendidikan

Buku Audio Pembelajaran, Banyak Manfaatnya

Yogya (RE) - Guna mewujudkan fasilitas pendidikan bagi pelajar, khususnya pelajar tuna netra,  Balai Pengembangan Media Radio Pendidikan dan Kebudayaan (BPMRPK) meluncurkan buku audio pembelajaran untuk SMP dan SMA. Kepala BPMRPK Drs. Aristo Rahadi, M.Pd mengatakan, sejatinya Buku Audio Pembelajaran dirintis sejak 2016 lalu. Hal ini diungkapkannya saat melakukan wawancara langsung di Radio Edukasi, Rabu (21/3/2018). Menurutnya, produk pembelajaran tersebut merupakan bentuk dukungan pada program pemerintah terutama dalam memberikan fasilitas bagi penyandang tuna netra. Meski demikian, pelajar non disabilitas juga dapat memanfaatkan produk tersebut. Buku Audio Pembelajaran diluncurkan secara simbolis oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy pada pembukaan Rapat Koordinasi  Pendayagunaan Teknologi Komunikasi untuk Pendidikan dan Kebudayaan (Rakor TIK) 2018 di Grand Sahid, Jakarta, Selasa(20/3/2018).
 
Aristo menambahkan, selama ini teknologi informasi dan komunikasi (TIK) identik dengan audio visual dan Internet. Anak-anak tuna netra tidak bisa memanfaatkan media tersebut. 
“Kami (BPMRPK - red) di Jogja membuat audio book yang dimasukkan dalam Mp3 player mapun flashdisc. Jargon kami adalah ‘membaca dengan telinga’. Dirasa jika membuat buku menjadi audio ini lebih simpel jika dibandingkan dengan buku Braille yang bisa sangat tebal,” ujar Aristo.
 
Buku Audio Pembelajaran memuat seluruh mata pelajaran untuk SMP dan SMA. Aristo menambahkan, produk ini telah diujicobakan pada tahun 2017 di beberapa sekolah di 8 provinsi seperti, Provinsi DIY dan Jawa Tengah. 
 
Aristo berharap, setelah siswa belajar melalui Buku Audio, maka saat Ujian Nasional mendatang soal audio akan tepat di telinga anak-anak. “Selama ini guru membacakan soal untuk siswa tuna netra sehingga kadang tidak sesuai dengan yang seharusnya dibacakan. Guru bidang studi Olah Raga membacakan soal ujian Bahasa Inggris maka bisa jadi tidak sesuai dengan yang seharusnya,” pungkasnya. (Iin Nurmalia/Radio Edukasi /BPMRPK Kemdikbud)

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar