Berita Pendidikan

Percepat Diagnosis, Mahasiswa PPs FTI UII Rancang Aplikasi Pengiriman Data Citra Medis

Yogya (RE) – Kesenjangan antara jumlah dokter radiologi dengan kebutuhan pelayanan radiologi masih menjadi permasalahan utama dalam sumber daya Spesialis Radiologi. Data per 31 Desember 2016, total jumlah dokter spesialis radiologi di Indonesia sekitar 2.568 orang, sedangkan menurut standar pemenuhan tenaga kesehatan dari Kementerian Kesehatan, angka tersebut masih jauh dari standar pemenuhan kebutuhan tenaga medis dokter spesialis radiologi. Guna memfasilitasi pengiriman data citra radiologi serta menyediakan layanan interprestasi dan konsultasi radiologi, tanpa harus ada kehadiran dokter radiologi, mahasiswa Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) Yogyakarta menciptakan aplikasi pengiriman data citra medis secara cepat dan akuarat. “Banyak kasus yang ditemui di rumah sakit, pasien harus menunggu dokter radiologi terlebih dahulu untuk mendapatkan hasil analisa data citra medis,“ kata Mei Prabowo, mahasiswa konsentrasi Informatika Medis Magister Teknik Informatika PPs FTI UII Yogyakarta, di kampus PPs FTI UII, Jumat (13/4).
 
Mei,  yang melakukan studi kasus di Rumah Sakit Umum (RSU) Islam Harapan Anda Tegal, pernah menemukan pasien yang harus menunggu selama 12 jam karena jumlah dokter radiologi di RS tersebut hanya 2 orang. “Dengan adanya aplikasi pengiriman data citra medis ini, kasus-kasus kegawatdaruratan dapat ditangani secara cepat sehingga upaya penegakan diagnosis dapat dilakukan lebih cepat,” jelas Mei.
 
Aplikasi yang diciptakan tersebut mengintegrasi user-user terkait, yakni bagian radiologi, dokter radiologi, dokter perujuk, dan perawat, dalam proses pelayanan pasien radiologi, sehingga terbentuklah sebuah layanan interpretasi teleradiologi.
Dosen Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri UII Yogyakarta, yang juga Kepala Pusat Studi Informatika Medis PPs FTI UII Yogyakarta, Izzati Muhimmah, Ph. D mengatakan, aplikasi pengiriman data citra medis yang dikembangkan ini terintegrasi dengan smartphone Android. “Smartphone Android digunakan oleh dokter radiologi untuk menerima citra medis berformat *.dcm, sebagaimana biasanya yang dibaca di unit radiologi, dan mengirimkan hasil pembacaan citra medis tersebut,“ paparnya.
 
Pengoperasian aplikasi pengiriman data citra medis ini sangat mudah, sebab dibagi menjadi dua modul, yaitu Web Base Aplication dan Mobile Aplication. Modul web-based digunakan oleh bagian radiologi dan perawat untuk melacak aliran informasi pembacaan, sedangkan modul mobile application memungkinkan dokter radiologi dan dokter perujuk untuk berdiskusi tentang hasil pembacaan citra medis pasien. Aplikasi pengiriman data citra medis ini juga dilengkapi dengan fasilitas keamanan data dengan fitur otentifikasi, otorisasi, integritas, penelusuran jejak, pemilihan pasca bencana, serta penyimpanan transmisi.
 
“Diharapkan, aplikasi pengiriman data citra medis ini diharapkan dapat memfasilitasi proses pelayanan kesehatan khususnya bagian radiologi. Selain itu, juga dapat memfasilitasi proses analisis data citra medis dari dokter ke pihak yang terkait, dalam hal ini Unit Radiologi, Perawat Rawat Inap, Dokter Radiologi dan Dokter Perujuk,“ pungkas Izzati. (KenFitriani/ Radio Edukasi/ BPMRPK Kemdikbud).

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar