Artikel

Duta Informasi Keamanan Pangan

Perjanjian kerjasama antara Badan POM Yogyakarta dan Kwarda Daerah Kota Yogyakarta tentang peningkatan kesadaran pangan diselenggarakan pada 27 Oktober 2017 lalu. Hal tersebut perlu disosialisasikan karena pangan sendiri mempunyai pengertian bahwa apa yang kita konsumsi harus bebas dari bahan biologi, kimia dan juga fisika. Misal kasus keracunan makanan yang terjadi di sekolah, tentunya sangat memprihatinkan. Kejadian ini bermula dari pengetahuan pelajar maupun masyarakat yang kurang memperhatikan apa yang mereka konsumi. 
 
“Adanya pelatihan, pertama untuk kakak-kakak pelatih maupun kakak-kakak pembina pramuka. Peserta latihan dikembangkan untuk peserta didik pramukanya, agar informasi keamanan pangan itu bisa diteruskan kepada teman-temannya yang ada di sekolah tersebut,” ucap Humas Kwarda DIY Ika Prasetya.
 
Makanan berbahan kimia antara lain adalah rhodamin B, kerikil, pewarna makanan, pemutih atau pelunak daging, serta tidak memiliki izin edar. Makanan yang mengandung bahan-bahan tersebut berbahaya untuk dikonsumsi. Masyarakat dapat mengetahui makanan atau minuman tersebut layak dikonsumsi/tidak dengan cara memperhatikan kemasan: apakah ada yang berlubang, bocor, atau kualitas kemasan. Kemudian dari segi label, izin edar dari Bapan POM. Seperti MD dengan 12 digit (izin edar dalam negeri) dan ML merupakan izin edar dari luar negeri. Poin penting terakhir yang harus diperhatikan adalah masa kadaluarsa.
 
Training of trainer (TOT) dilakukan untuk melatih kakak-kakak pelatih yang diharapkan dapat menjadi agent of change dan fasilitator juga.SDM lain yang terlibat adalah kakak-kakak pembina Pramuka, mulai dari Pembina Pramuka golongan Siaga, Penggalang, Penegak, Pandega, yang disebut sebagai fasilitor keamanan pangan. Pelatihan diselenggarakan oleh Badan POM Yogyakarta. Khusus untuk Pembina Pramuka ada 2 kriteria, yaitu duta keamanan pangan senior dan junior. 
 
Dampak adanya TOT ini adalah masyarakat atau penjual makanan yang ada di sekolah bisa bersikap lebih terbuka. Dilihat dari permasalahan keracunan terhadap anak, masyarakat dibekali pengetahuan tentang bahaya dari makanan, sehingga timbul rasa kepedulian. Terlebih lagi, masyarakat bisa teredukasi melalui Pramuka. Siswa atau anggota Pramuka dapat memberikan informasi kepada orang tua, keluarga, sehingga angka korban keracunan berkurang. Selain itu, jika masyarakat memiliki informasi adanya barang baru tapi tidak ada label Badan POM, diharapkan bisa langsung melaporkan.
 
“Duta informasi adalah Pramuka yang telah mendapatkan pelatihan oleh BP-POM. Namun masih ditataran Pembina dan Pelatih Pembina,” tambahnya saat ditanya sebenarnya siapa yang disebut sebagai Duta Informasi.
 
Informasi lebih lanjut bisa hubungi website Badan POM atau 085290057373.
 
Narasumber: Ika Prasetya (Humas Kwarda Pramuka DIY) 
Disarikan dari program talkshow Edu Publik pada hari Jumat, 30 Maret 2018, pk. 14.00-15.00 WIB. 

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar