Artikel

Meraih Prestasi dari Seni Tari Bali

Pulau Bali terkenal dengan pulau seribu puranya, selain itu Bali juga dikenal karena budayanya yang unik. Berbicara mengenai seni, Bali memiliki banyak jenis seni, salah satunya adalah seni tari. Seni tari Bali sudah terkenal di seluruh dunia bahkan dipelajari oleh warga negara asing di negara setempat, dan banyak pula orang Bali maupun luar Bali yang bisa dengan fasih menarikan salah satu tarian Bali. Kini sudah banyak sanggar-sanggar tari Bali tumbuh di berbagai tempat.
 
Hingga saat ini untuk menjaga eksistensi seni tari Bali, penggiat seni tari Bali kerap mengadakan berbagai lomba yang dapat menarik minat para siswa pecinta seni tari Bali sehingga bisa meraih prestasi.
 
Pengalaman mengikuti lomba tari Bali itulah yang dirasakan oleh Dewa Ayu Trishavitri, biasa disapa Sevi, pelajar kelas VI SD Negeri Lempuyangwangi Yogyakarta, yang telah berhasil meraih prestasi sebagai juara 1 lomba tari Bali se-Jawa-Sumatera 2017 yang diselenggarakan di Pura Jagat Nata Yogyakarta.  Hal itu diungkapkan saat mengisi program bincang-bincang live “Prestasi Anak Negeri” di Radio Edukasi Kemdikbud, pada Rabu 18 April 2018, pukul 14.00 WIB. Pada kesempatan itu Sevi menceritakan tentang ketertarikannya pada tari Bali dan pengalamannya dalam mengikuti kompetisi tingkat nasional tersebut.
 
“Iya mulai suka tari Bali sejak kelas satu SD, ya itu pertamanya itu mama sering lihatin video trus mama ngasih tahu, trus tiba-tiba ditanyain sama mama, kamu suka nggak? lha trus pada saat itu Sevi tertarik, dan masuk kelas satu SD itu Sevi  sudah  belajar,” ujarnya. 
 
Ketika disinggung tentang apa yang menarik dari tari Bali, Sevi mengatakan dilihat dari gerakannya, make upnya juga pakaian-pakaiannya sangat menakjubkan.
 
“Em, gerakan-gerakannya, dan pakaian-pakainnya, mata dan make upnya itu bikin tertarik, lincah gerakannya menakjubkan,” ujarnya.
 
Disamping itu Sevi juga mengatakan  tentang beberapa tarian Bali yang sudah dikuasainya. 
 
“eem, kurang lebih delapan, yang pertama itu tari Pendet, Panji Semirang, Condong, Jelenaya, Manuk Rawe , Cendrawasih, Gebyar Duduk, dan lainnya,” katanya.
 
Menurut Sevi, dari beberapa tarian Bali yang sudah dikuasainya, ada satu tarian yang dirasa sangat sulit yaitu Tari Gebyar Duduk.
 
“Tari Gebyar Duduk, dari segi waktu butuh waktu sekitar tujuh menit, kesulitannya di bagian mata, dia itu kan apa namanya, ee, propertinya itu kipas, kalau kita tidak lincah, itu kipasnya bisa jatuh dan lepas dari tangan kita, dan dulu Sevi sudah pernah mengalami  ya rasanya sih memang harus butuh konsentrasi penuh. Kesulitan yang lain yaitu bagian duduk, kalau kita nggak kuat, karena kita kan nahan beban, pas bagian mutar itu, kalau tidak kuat kita bisa jatuh, “ ujarnya. 
 
Selanjutnya Sevi menjelaskan tentang persiapan-persiapan yang dilakukan sebelum lomba.
 
“Persiapan-persiapan sebelum lomba itu ya pastinya make up, kostum dan mental, kalau Sevi sendiri sih, belajar ya, minim sih ee, tiga hari atau dua hari sebelum hari H, dan itu latihan kira-kira dua jam gitu,” katanya. 
 
Ketika disinggung tentang siapa tokoh idola seniman tari Bali, Sevi menyebut nama Ni Ketut Arini.
 
“Dia seorang seniman di Bali, kenapa Sevi suka beliau,  ee, karena di usianya yang sudah senja, dia masih punya semangat yang gigih untuk menari dan menari. Dia sampai sekarang masih menari, karena Ni Ketut Arini berkata bahwa menari itu bagaikan menyatu dalam jiwanya,” katanya.
 
Sevi juga memberikan tips-tips kepada teman-teman yang ingin belajar menari Bali dengan mudah, teman-teman harus giat. 
 
“Yang pertama teman-teman itu harus giat, kalau teman-teman sudah paten atau aku pengin tari Bali, tari ini , ya harus dipelajari sebaik mungkin. Segiat-giat mungkin dan cari apa ya unsur-unsur yang membuat teman-teman tertarik, ditetapin ditekuni aja untuk tarian itu, dan kalau teman-teman menyukai tarian yang lain juga harus dipelajari,“ ungkapnya.
 
Sevi juga menambahkan tentang kendala-kendala yang dihadapi saat mengikuti lomba tari Bali biasanya seputar musik atau iringan.
 
“Biasanya itu Sevi lebih ke musik, terkadang kalau sebelum kita lomba, kita belum koordinasi dengan musiknya itu kayak bimbang gitu ya,  ini nanti mau pake kaset atau flashdisk. Nah, untungnya sih sejauh ini Sevi tanya dulu sebelum lomba,” katanya.
 
Sevi menambahkan harapan dan pesan kepada teman-teman agar bisa meraih prestasi.
 
“Pesan-pesan Sevi untuk teman-teman di luar sana, termasuk anak-anak Indonesia ya, jangan mudah menyerah mengejar cita-cita, sebuah cita-cita itu nggak sulit sih untuk dijalani asalkan kita itu gigih untuk menjalaninya karena semua rintangan itu bisa terselesaikan, sebagai cita-citapun pasti ada proses, ada halangan, kita harus bisa menyelesaikannya,“ ujarnya.
 
Sebelum mengakhiri sesi wawancara ini Sevi memberikan tanggapannya untuk acara Prestasi Anak Negeri Radio Edukasi. 
 
“Eee, tanggapan Sevi acaranya apa ya, menarik sekali, memberikan edukasi kepada anak-anak bangsa, menceritakan tentang prestasi anak-anak bangsa, dan bisa berbagi pengalaman kepada anak-anak yang mendengarkan acara ini,“ pungkasnya. (Yudha Wijasena/ Radio Edukasi/ BPMRPK Kemdikbud)
 

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar