Berita Pendidikan

SEARAME Turut Tingkatkan Kualitas Pendidikan Profesi Kesehatan

Yogya (RE) – Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan ujung tombak sistem pelayanan kesehatan. Laporan Badan Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2006 “Working Together for Healthy” menunjukkan bahwa sekitar 57 negara di dunia mengalami kekurangan petugas layanan kesehatan, yaitu setara dengan 2,5 juta dokter, perawat dan bidan secara global. 

 

Hal tersebut mendorong Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama dengan The South-East Asia Regional Association of Medical Education (SEARAME) dan Indonesian Association for the Study of Healthy Profession Education (IASHE), dan Indonesian Academy of Medical and Healthy Professions Education Experts (IAMHPE) menyelenggarakan seminar Internasional SEARAME 2018 dengan tema “Improving the Quality of Healty Profession Education for the Better Future of Healthy Services”. Ketua panitia Seminar Internasional dr. Gandes Retno Rahayu, M.Med.Ed.,PhD mengatakan, tahun 2018 ini FKKMK UGM menjadi tuan rumah forum internasional untuk kedua kalinya. “Dalam forum ini kami ingin mendiskusikan permasalahan kesehatan yang muncul dan apa yang dapat dilakukan oleh pendidikan. Selain itu akan terdapat kajian bagaimana meningkatkan kualitas pendidikan profesi kesehatan, masukan dan solusinya. Salah satu kuncinya yakni dengan akreditasi secara global”, ujarnya (6/5/2018).
 

 

Sementara itu, Prof. David Gordon, Presiden World Federation for Medical Education (WFME) mengatakan WFME fokus pada peningkatan kualitas pendidikan kedokteran dengan mengarusutamakan standar tertinggi pendidikan kedokteran. WFME memiliki enam anggota wilayah asosiasi yang sesuai dengan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Untuk wilayah Asia Tenggara bernama SEARAME dengan 11 negara anggota.
 
Dalam sambutannya, dr. Rr. Titi Savitri Prihatiningsih, M.A., M.Med. Ph.D (Presiden SEARAME Indonesia) menjelaskan, SEARAME mendukung program dari WFME. “Program yang pertama dari WFME yakni global standar peningkatan mutu pendidikan. Dengan melakukan promosi, diseminasi dan memastikan bahwa standar pendidikan dari WFME dapat dipahami dan dijadikan rujukan bagi seluruh anggotanya,” tegasnya dalam konferensi pers yang digelar Senin (7/5/2018) di Hotel Sheraton, Yogyakarta.
Forum ini menghadirkan pembicara kunci: Prof. David Gordon (Presiden WFME) dan Dr. N. Paranietharan (Perwakilan WHO). Dengan harapan pada tahun 2020 nanti semua Fakultas Kedokteran di masing-masing negara sudah melakukan akreditasi. (Iin Nurmalia/Radio Edukasi/BPMRPK Kemdikbud)

 

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar