Berita Pendidikan

Mahasiswa UII Ciptakan Canting Ergonomis dan Inovatif untuk Difabel

Yogya (RE) - Rachmah Nanda Kartika, mahasiswa Magister Teknik Industri Program Pascasarjana Fakultas Teknik Industri Universitas Islam Indonesia (UII), berhasil menciptakan alat membatik (canting) yang ergonomis dan inovatif untuk difabel yang tidak mempunyai tangan. Alat ini sangat memudahkan para difabel untuk menyelesaikan pekerjaan membatiknya. “Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang canting yang ergonomis dan inovatif untuk mengakomodasi penyandang disabilitas dalam membatik menggunakan kaki,“ kata Hartomo, Ph.D, dosen pembimbingnya, di Kampus FT UII, Jumat (25/5/2018).
 
Spesifikasi fisik dikembangkan berdasarkan prinsip inventif dan analisis statistik yang diimplementasikan untuk menguji hipotesis validasi desain yang direncanakan. “Hasil ini menunjukkan bahwa canting inovatif yang dikembangkan valid untuk memenuhi kebutuhan pengguna pada 5% dari tingkat signifikan,” papar Nanda.
Nanda menambahkan, spesifikasi desain canting usulan adalah bentuk gagang canting yang sesuai dengan jepitan kaki, dengan bentuk non silinder berukuran sesuai dengan dimensi tinggi jempol kaki 1 cm (P50), dan lebar ukuran gagang penjepit canting 0,9 cm (P5). Spesifikasi desain lainnya, yaitu terdapat pelindung yang terbuat dari material silicon RTV 52 yang ringan dan tahan dengan panas, yang terletak daintara gagang canting dan nyamplung. “Silicon berbentuk silinder berukuran 4 cm atau 1,54 inchi yang terletak diantara bagian gagang yang digunakan untuk menahan nyamplung canting. Desain canting usulan memiliki kombinasi warna merah, hijau, dan biru sebagai pembeda jenis canting,“ jelas Nanda.
 
Sementara dosen pembimbing, Hartomo, Ph.D. menambahkan, desain canting usulan dinyatakan ergonomis karena menggunakan ukuran dimensi kaki pengguna dalam perancangannya. “Desain usulan canting model 1 dan 2 dinyatakan mudah digunakan, dalam artian lebih efektif, efisien, dan puas. Di samping itu, terjadi peningkatan tingkat keberhasilan efektif sebesar 1,875%, dan penghematan waktu penyelesaian sebesar 5,8 detik, juga peningkatan kepuasaan menggunakan canting desain usulan model 1 menjadi 76,8% dibandingkan dengan ketika penyandang disabilitas membatik menggunakan desain canting saat ini. Sementara untuk penggunaan canting desain model 2 pada efektivitas tidak terjadi peningkatan. Meningkatnya waktu penyelesaian tugas atau efisiensi sebesar 0,6 detik serta peningkatan prosentase kepuasan menjadi 69,6 %, “ jelasnya. (KenFitriani/Radio Edukasi/ BPMRPK Kemdikbud)

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar