Berita Pendidikan

Ketua STIPRAM Yogyakarta: Masuki Revolusi 4.0, Saatnya Industri Pariwisata Diangkat

Yogya (RE) – Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo (STIPRAM) Yogyakarta memwisuda 1.006 mahasiswanya, yang terdiri atas 528 orang program D3 Perhotelan, 471 program S1 Pariwisata, dan  7 orang program S2 Pariwisata. Ketua STIPRAM Yogyakarta, Suhendroyono SH, MM, M Par, CHE mengatakan  wisuda kali ini dapat dijadikan  momentum yang tepat untuk  mengangkat industri Indonesia, termasuk industri pariwisata. “Era revolusi keempat yang ditandai dengan banyaknya kolaborasi antara teknologi digital dan lini produksi industri, menjadi saat yang tepat untuk mengangkat industry pariwisata,“ paparnya usai acara, Kamis (5/7), di kampus setempat.

Perguruan tinggi Indonesia harus siap bersaing dengan perguruan tinggi asing dan sumber daya manusia asing, karena perguruan tinggi merupakan pemasok sumber daya manusia yang berkualitas. Oleh sebab itu, perguruan tinggi juga harus berani membuka diri untuk melakukan kerja sama atau bermitra dengan jaringan internasional, sehingga hal ini mampu memicu kiprah Indonesia di kancah dunia. “Tantangan era globalisasi sudah semakin menyatu dalam sendi kehidupan masyarakat. Hal ini dirasakan dengan adanya pergerakan industri yang serba cepat, dan pelaku bisnis harus siap dengan dengan industry global keempat,“ jelas Hendro.

Hendro menambahkan, dengan mengangkat tema wisuda “Kesiapan Perguruan Tinggi Menghadapi Industri Global 4.0”, dirasa sangat tepat. Sebab, sudah bukan rahasia umum lagi perkembangan teknologi dan industri di Indonesia sangat pesat. “Industri Global 4.0 sangat bisa membantu mendorong bisnis di Indonesia menuju berkembangnya bangsa ini, karenanya peningkatan proses industri harus dilakukan secara efisien dan smooth,” katanya.

Indonesia, menurut Hendro, mempunyai pangsa pasar yang bagus untuk menjalankan industri global 4.0, termasuk dalam bidang pariwisata. Hal ini dapat dilihat dari adanya peningkatan kunjungan wisatawan maupun daya jual hotel dan restoran yang sangat mendukung terciptanya industri global 4.0. “Salah satu upayanya dapat dilakukan dengan meningkatkan sumber daya manusia, membangun kesadaran masyarakat, meningkatkan fasilitas, serta perhatian dari pemerintah juga sangat dibutuhkan. Pemerintah sudah mempunyai roadmap untuk menghadapi era revolisi keempat ini, dan perguruan tinggi diharapkan dapat mengimbanginya dengan menyiapkan fasilitas pembelajaran dengan teknologi yang lebih maju,“ ungkapnya. (KenFitriani/Radio Edukasi/ BPMRPK Kemdikbud)

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar