Berita Pendidikan

SMP Negeri 8 Wakili Kota Yogya dalam Lomba Sekolah Sehat Nasional 2018

Yogya (RE) - SMP Negeri 8 Yogyakarta menjadi satu-satunya wakil dari Kota Yogyakarta dalam Lomba Sekolah Sehat (LSS) Tingkat Nasional 2018. Kota Yogya merupakan kota pelajar, kota budaya, kota pariwisata yang wilayahnya sempit namun memiliki kepadatan penduduk yang kompleks. “Setiap tahunnya tercatat lebih dari 50.000 mahasiswa baru yang memadati Yogya. Dapat dikatakan Kota Yogya didominasi oleh penduduk luar kota. Kondisi tersebut mendorong organisasi pemerintahan untuk menata wilayah dan infrastruktur yang baik,” ujar Wakil Wali Kota Yogyakarta, Herue Purwadi saat menyambut rombongan Tim Juri, Senin (16/7), di Aula SMP N 8 Yogyakarta.

 

Melalui Lomba Sekolah Sehat, SMP 8 Kota Yogya diharapkan dapat menjadikan sekolah sehat yang dapat dicontoh oleh sekolah lainya. “Inilah yang kita dorong: nilai utamanya kepedulian, nilai aplikasi gotong royong. Teknisnya melalui program gandeng gendong, demi mewujudkan Kota Yogya yang berdaya saing kuat, memberdayakan masyarakat dengan nilai-nilai keistimewan,“ paparnya.

 

Sementara itu, Tim Penilai LSLS Sri Purwaningsih mengatakan sebagai wakil DIY pihaknya  berharap SMP N 8  dapat mempertahankan dan menjadi pembelajaran untuk sekolah di seluruh DIY. “Saat ini kita mempunyai tim pembinaan UKS yang ada di Provinsi DIY sebagai langkah besar pembinaan UKS sebagai rumah. Ada atau tidak adanya LSS keberadaan UKS tetap menjadi penggerak peserta didik dan pendidik di sekolah,” ujarnya.

 

Dalam kesempatan yang sama, Kepala SMP N 8 Yogyakarta, Nuryani Agustina mengatakan dalam rangka menyambut LSS pihaknya melengkapi semua fasilitas yang ada di sekolah. “Standarisasi UKS dilengkapi sebagi upaya kami mewujudkan sekolah sehat dan ramah anak,“ imbuhnya. Selama ini SMP N 8 Yogya selalu mempunyai visi untuk dapat berprestasi, empat pilar penyangga sekolah termasuk kurikulum, kebijakan, sarana prasarana dan partisipatif. “Pada akhir tahun 2017 kita membangun kantin sehat yang nyaman bagi peserta didik dan sudah lolos uji Dinas Kesehatan,” paparnya.

 

Tim Juri terdiri atas sepuluh orang dari kementerian terkait, seperti Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Acara tersebut juga dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. (Iin Nurmalia/ Radio Edukasi/ BPMRPK Kemdikbud)

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar