Artikel

Prestasi Clara di Cabang Olahraga Panjat Tebing

Panjat Tebing atau Rock Climbing merupakan salah satu dari sekian banyak olahraga alam bebas. Panjat tebing merupakan salah satu bagian dari mendaki gunung yang tidak bisa dilakukan dengan berjalan kaki, melainkan harus menggunakan peralatan dan teknik-teknik tertentu untuk bisa melewatinya.

Olahraga ini umumnya dilakukan di alam terbuka yang dipenuhi oleh tebing-tebing tinggi. Namun, Anda juga bisa memanjat pada dinding tebing buatan (indoor climbing atau wall climbing) yang berada di gelanggang olahraga atau di perguruan tinggi yang memiliki kelompok mahasiswa pecinta alam. 
Bahkan saat ini sudah sering diadakan berbagai kejuaraan, baik Kejuaraan Daerah (Kejurda) maupun Kejuaraan Nasional (Kejurnas). Dari event-event lomba tersebut akhirnya melahirkan bibit-bibit atlet panjat tebing yang handal, bahkan dapat berprestasi ke ajang nasional.

Pengalaman mengikuti kejuaraan olahraga panjat tebing dirasakan oleh Clara Ajeng Dewani Puspita, biasa disapa Clara, pelajar kelas XI Jurusan Tekstil SMK N 5 Yogyakarta, yang berhasil meraih Juara 3 Kejurda Panjat Tebing 2017 yang diselenggarakan pada bulan Februari 2017 di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Hal itu diungkapkan saat mengisi program bincang-bincang live “Prestasi Anak Negeri” di Radio Edukasi Kemdikbud, pada Rabu 1 Agustus 2018, pukul 14.00 WIB. Pada kesempatan itu Clara menceritakan tentang awal mula ketertarikannya pada olahraga panjat tebing, dan pengalamannya dalam mengikuti kompetisi tingkat daerah tersebut.

“Dari waktu kecil umur 9 tahun, itukan awalnya bapak sering sewain sound. Soundnya itu buat event kejuaraan seperti panjat tebing itu. Terus saya lihat kok menarik, terus saya bilang ke Om saya. Om saya mau, dan disuruh memakai peralatan yang ada, seperti harnest, kemudian saya mau nyoba, terus saya mulai manjat. Ketika manjat itu kaki sampai gemeteran, terus keringat keluar semua kan takut itu, nah, terus pokoknya harus bisa dan akhirnya nyoba tiap hari lama-lama kok pengin dan tertantang. Dan sama Om AT dilatih, dilatih dan dibentuk dengan langsung menggunakan papan wall climbing gitu. Dan seterusnya. Kemudian waktu pertama kali ikut kejuaraan panjat tebing itu kan saya juga merasa, wah, apakah saya bisa. Terus setelah berjalannya waktu, sama pelatih saya yang namanya om AT, nah itu dilatih terus, dan setelah itu saya ikut lomba tingkat kota juara 1 dapat medali emas itu tahun 2015 bulan Desember. Lalu di tahun berikutnya, setelah dua tahun latihan di 2017 saya mengikuti kejuaraan daerah tingkat Young B putri. Nah itu saya dari sekitar 10 peserta yang masuk semi final itu, saya peringkat 3,“ ujarnya. 

Ketika disinggung tentang apa yang menarik dari olahraga panjat tebing, Clara mengatakan, hanya satu yaitu ketinggian.
“Dulu kan saya juga phobia ketinggian. Nah, saya kan awalnya latihan panjat tebing itu pakai papan lead itu untuk pemula. Nah itu, disitu saya manjat itu sekitar cuma sampai 3 atau 4 meter sudah turun, lihat ke bawah itu sudah takut, tapi setelah itu disemangati teman-teman, ayo kamu bisa, terus saya lawan dan akhirnya berhasil,” ujarnya.

Selanjutnya Clara menjelaskan tentang persiapan-persiapan yang dilakukan sebelum lomba.
“Persiapan yang paling utama adalah fisik. Nah, itu nanti fisik itu kayak dilatih fitness gitu melatih otot lengan, terus yang kedua latihan rutin yang berfungsi juga untuk menghafal jalur, juga makanan itu penting yang menyangkut nilai gizi,” katanya. 

Selanjutnya Clara mengungkapkan cenderung tidak ada kendala yang berarti saat lomba.
“Untuk kendala-kendala sih cenderung tidak ada,” katanya.

Clara juga mengucapkan terimakasih kepada keluarga atas dukungannya selama ini khususnya di bidang olahraga panjat tebing sehingga bisa meraih prestasi. 
“Kalau dari orang tua itu sangat mendukung karena ibu dulu panjat tebing juga, terus dari sekolah itu sangat mendukung juga. Jadi bisa untuk memberi prestasi buat sekolah, tapi juga buat kita sendiri juga ada. Terus teman-teman juga banyak yang mendukung dan mensupport,“ ungkapnya.

Clara menambahkan harapan dan pesan-pesan kepada teman-teman agar bisa meraih prestasi. 
“Harapan ke depan buat saya sendiri semoga di tahun berikutnya saya menjadi lebih baik, terus bisa mewujudkan cita-cita ke tingkat provinsi. Dan pesan saya untuk teman-teman itu, jadilah kamu diri sendiri jangan mengikuti apa yang dikata orang lain, itu jangan terlalu didengar. PD (Percaya Diri), terus dimana engkau berada di situlah engkau berkembang,“ ujarnya. (Yudha Wijasena/ Radio Edukasi/ BPMRPK Kemdikbud)

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar