Artikel

Dari Poster, Angga dan Wresni Meraih Prestasi

Poster adalah karya seni atau desain grafis yang memuat komposisi gambar dan huruf di atas kertas berukuran besar atau kecil. Pengaplikasiannya dengan ditempel di dinding atau permukaan datar lainnya dengan tujuan mencari perhatian mata sekuat mungkin. Karena itu poster biasanya dibuat dengan warna-warna kontras dan kuat.


Poster bisa menjadi sarana iklan, pendidikan, propaganda, sosialisasi dan dekorasi. Saat ini banyak sekali event-event perlombaan yang digelar tentang poster. Seperti yang diadakan oleh SMK N 2 Depok Sleman atau lebih dIkenal dengan sebutan STEMBAYO. Lewat ajang ini akan melahirkan pelajar-pelajar berbakat yang akhirnya menjadi juara dalam lomba pembuatan poster.

  
Pengalaman mengikuti lomba poster itulah yang dirasakan oleh Angga Yuniarto dan Wresni Caesar Bagus Dwi Irawan, masing-masing disapa Angga dan Wresni, pelajar kelas XI Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 5 (SMK N 5) Yogyakarta yang telah berhasil meraih juara 2 Lomba Poster, yang diselenggarakan oleh SMK N 2 Depok Sleman pada bulan Februari 2017 di Yogyakarta. Hal itu diungkapkan saat mengisi program bincang-bincang live “Prestasi Anak Negeri” di Radio Edukasi Kemdikbud, pada Rabu 29 Agustus 2018, pukul 14.00 WIB. Pada kesempatan ini, Angga dan Wresni menceritakan tentang perasaan bangga dan bahagia atas prestasinya yang telah mereka raih. 


“Ya, tentu senang banget ya mas dan bangga bisa membawa nama sekolah, dan itu hasil kerja keras dari latihan selama ini,“  ujarnya.

 
Angga juga menceritakan tentang  ajang Lomba Poster di Stembayo 2017.
“Lomba poster 2017 itu merupakan event tahunan yang diadakan oleh Stembayo (SMK N 2 Depok Yogyakarta-Red),” ujarnya.


Ketika disinggung tentang poster apa yang dibuat untuk diikutkan dalam lomba poster Stembayo  2017, Angga mengatakan tema poster yang dibuat adalah tentang medis. 
“Ya, yang dilombakan adalah kayak medis, ya jadi temanya tentang bakti untuk negeri,” katanya.


Ketika ditanya tentang apa sisi menariknya dari sebuah poster, dari poster kita bisa menuangkan imajinasi kita akan sesuatu yang bermakna dan memberikan pesan kepada masyarakat.
“Kalau menurut saya, yang bisa kita lakukan di poster itu kita bisa ngasih pesan lewat gambar, jadi kita tidak perlu lisan, tapi kita pakai imajinasi kita, kita bisa menuangkannya pada sebuah kertas putih nanti diisi suatu gambar yang ada maknanya, jadi ada makna atau pesan kepada masyarakat, agar bisa sampai, kalau pesannya nggak sampai itu artinya posternya gagal, “ katanya.


Sementara itu Wresni menambahkan, dengan bikin poster kita bisa berimanjinasi bagaimana agar orang bisa tertarik dan mengerti isi dari poster yang kita buat.
“Ya kalau bikin poster itu mikirnya itu kayak di luar kotak, jadi kita bisa berimajinasi gimana caranya biar orang yang melihat poster kita itu  bisa tertarik dan tahu apa isi dan makna dari poster itu,“ katanya.


Selanjutnya Angga menjelaskan tentang persiapan-persiapan yang dilakukan sebelum mengikuti lomba poster. 
“Biasanya itu kita adakan latihan rutin sebelum lomba, seperti biasa kita latihan gitu, temanya apa, kita buat konsep nanti kalau sudah jadi, ini mau kasih pesan apa dalam poster ini, lalu kita akan beri simbol apa sesuai dengan tema yang sudah ditentukan, ” katanya. 


Selanjutnya Angga mengungkapkan tentang kendala-kendala yang dihadapi saat mengikuti lomba poster.
“ Eee, ya tentu saja, kendala yang kita hadapi kita dikejar waktu, yang pertama, jadi ada dua sesi yang kita target , yaitu yang pertama kita buat sketsa 15 menit sudah selesai, bikin penebalan itu sekitar 30 menit selesai, untuk proses pewarnaan itu butuh waktu 1-2 jam, sedang  ukuran poster ada yang A2 atau A3, tergantung penyelenggara. Kendala lain yaitu kadang kita buat pewarnaannya itu masih spontan, malamnya sudah kita bikin, jadi paginya itu juga tidak nyontek yang sudah jadi pada malam itu, jadi kita bisa improvisasi lagi, kita bikin semaksimal mungkin dan kadang ada miss di situ, ya itu kendalanya,” katanya.


Angga dan Wresni juga menambahkan tentang ciri-ciri poster yang baik. 
“Kalau menurut saya ya, kalau orang melihat secara sepintas, lho itu apa sih, kayak gimana sih ceritanya, bikin penasaran, jadi posternya sukses, jadi kalau cuma kayak gitu, artinya poster itu gagal, jadi dibuat ada point of interestnya, jadi ada titik fokus sehingga orang yang melihat itu langsung tertarik,“ ungkapnya.


Angga menambahkan harapan dan pesan-pesan kepada teman-teman agar bisa meraih prestasi.
“Pesan-pesan saya itu ya, anak-anak muda terutama jangan tertutup matanya, coba lihat depan, belakang, samping kanan, kiri kita, itu masih luas sekali, ayo coba dieksplor, kembangkan bakat kita, minat kita, siapa tahu nanti akan membawa nama kita sampai ke tingkat yang tinggi, jadinya itu kita tidak hanya pintar tapi juga kreatif,“ ujarnya.


Sementara itu Wresni menambahkan jangan takut-takut atau malu berkarya.
“Ya, tentunya nggak usah takut atau malu, kalau misalnya karya kita tidak dihargai, ya kita tetap berkarya sesuai dengan yang kita ingin, apa yang ingin kita sampaikan kepada orang-orang ya, lakuin aja , percaya diri,” pungkasnya. (YudhaWijasena/Radio Edukasi/ BPMRPK Kemdikbud)

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar