Berita Pendidikan

Publik Kehilangan Kepercayaan terhadap Partai Politik

Yogya (RE) –  Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-35, Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada Yogyakarta menggelar Orasi Ilmiah, yang disampaikan oleh Pengamat Politik UGM, Prof. Dr. Mochtar Mas’oed, M.A. Sebelumnya, acara tersebut dibuka oleh Dr. Samsul Maarif, selaku Ketua Dies Natalis ke-35, dan penyampaian laporan oleh Dekan Sekolah Pascasarjana UGM, Prof. Dr. Siti Malkhamah, M.Sc, P.hd.


Dalam orasinya yang berjudul “Menjaga Kepercayaan Publik terhadap Demokrasi di Era Post Truth”, Prof. Dr. Mochtar Mas’oed mengungkapkan persepsi positif masyarakat terhadap pemerintah cukup tinggi bila dibandingkan dengan negara-negara lain, seperti Denmark, Australia, dan Swedia. Berdasarkan data, Tentara Nasional Indonesia (TNI) sangat tinggi mencapai angka 90%, sedangkan partai politik mendapat kepercayaan yang paling rendah hanya mencapai angka 56%. Masyarakat menganggap militer Indonesia telah bekerja sesuai keinginan masyarakat, sedangkan partai politik semakin tidak dipercayai. 


“Demokrasi yang diidamkan masyarakat memiliki tiga nilai dasar yaitu kebebasan, kesetaraan, dan toleransi. Politik yang merupakan panggilan hidup telah beralih fungsi. Tantangan-tantangan yang harus dihadapi saat ini adalah adanya profesionalisasi politik. Segalanya telah dimanipulasi. Kemudian ketika publik yakin bahwa yang dikatakan politisi bukan yang sesungguhnya, publik akan kehilangan kepecayaan pada nilai democratic citizenship. Adanya media baru (internet, media sosial) membawa debat politik yang cenderung tanpa identitas. Sistem politik semakin tidak relevan dengan upaya penyelesaian krisis,“ paparnya.


Prof. Dr. Mochtar Mas’oed menambahkan, secara umum terdapat tiga kualitas politisi. Pertama, passion, yang bersemangat mengabdi untuk suatu tujuan. Kedua, a feeling of responsibility, mengejar tujuan dituntun oleh tanggung-jawab. Ketiga, a sense of proportion, yakni punya kemampuan menghadapi realitas dengan konsentrasi dan pikiran yang tenang serta kemampuan untuk ambil-jarak terhadap obyek. “Saya harap para akademisi untuk turut menanggapi tantangan-tantangan dalam dunia politik yang terjadi saat ini,“ pungkasnya. (KenFitriani/ Radio Edukasi/ BPMRPK Kemdikbud)

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar