Berita Pendidikan

Bioinformatika, Ilmu Baru yang Perlu Dipelajari dan Dikembangkan

Yogya (RE) – Bioinformatika didefinisikan sebagai penerapan ilmu komputer dan teknik informatika dalam bidang biologi. Bioinformatika diketahui secara umum sebagai sebuah aplikasi atau algoritma yang digunakan untuk menginterpretasikan data-data biologis yang kompleks menjadi informasi biologis yang mudah dipahami. Bioinformatika termasuk ke dalam ilmu yang baru saja berkembang akibat adanya ledakan data biologis yang sangat besar karena perkembangan NGS yang pesat. “Ilmu ini merangkum berbagai disiplin ilmu lain, seperti ilmu komputer dan teknik informatika, matematika dan statistika, biologi molekuler, fisik, dan ilmu kedokteran yang saling menunjang dan bermanfaat satu sama lain,“ jelas Peneliti Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia di Bogor, Irfan Martiansyah, M.Si, pada kuliah perdana mahasiswa S2 Program Studi Teknik Informatika, Program Magister FTI UII, Sabtu (15/9), di kampus setempat.


Menurut Irfan, tujuan dari bioinformatika adalah untuk menciptakan manajemen data yang lebih baik dalam proses pengungkapan kekayaan informasi biologis yang tersembunyi dalam data melimpah dan untuk memperoleh informasi pengetahuan yang lebih jelas mengenai biologi fundamental suatu organisme. “Saat ini bioinformatika terbatas pada analisis urutan, struktural, dan fungsional gen dan genom produk yang sesuai. Ini seringkali disebut dengan biologi komputasi. Padahal, biologi komputasi mencakup semua area biologis yang melibatkan komputasi. Misalnya pemodelan matematika dari ekosistem, dinamika populasi, penerapan studi perilaku,“ paparnya.


Data biologis diperoleh dari bidang studi genomics, transcriptomic, proteomics dan lainnya membutuhkan jembatan untuk menjadi sebuah informasi bermakna. Salah satu contoh aplikasi bioinformatika dalam bidang pemuliaan adalah dengan mengembangkan marka DNA untuk seleksi individu suatu organisme hasil pemuliaan menggunakan analisis komparatif genomic. “Sebagai contoh, analisis in silico komparatif A. thaliana dan H. brasiliensis telah berhasil mengidentifikasi beberapa famili gen penting seperti protease inhibitor yang disinyalir sebagai protein pertahanan, dan famili gen COBRA yang berperan dalam regulasi pemulihan kulit batang karet setelah disadap,“ imbuhnya.


Ada tiga unsur utama yang dibutuhkan analisis komparatif genom supaya dapat berjalan dengan baik.

Pertama, sekuen DNA genom yang diperoleh dan diunduh dari tiga basis data utama dunia, yaitu NCBI (National Center for Biotechnology Infromation - www.ncbi.nlm.nih.gov), European Nucleotide Archive (www.ebi.ac.uk/ena) dan DDJB (DNA Data Bank of Japan - www.ddbj.nig.ac.jp).

Kedua, software-software atau platform bioinformatika seperti Geneouis, BLAST, Southgreen Galaxy, Multiple Alignment, MEGA 7.0, dan lain sebagainya.

Ketiga, hasil yang diperoleh dari pengolahan data tersebut berupa pohon filogenetik, data sekuen alignment, motif dan famili gen. “Apabila ketiga unsur utama tersebut telah diperoleh, maka artikel ilmiah dengan penerapan bioinformatika dapat dipublikasikan di jurnal nasional terakreditasi maupun prosiding internasional,“ ungkap Irfan. 


Ketua Prodi Teknik Informatika Program Magister FTI UII, Izzati Muhimmah, ST, M.Sc, Ph.D mengatakan, kuliah perdana ini untuk menyambut dan memberi wawasan kepada 31 mahasiswa baru di bidang Bioinformatika untuk pemuliaan keragaman hayati unggulan. Mahasiswa baru program Magister Teknik Informatika FTI terbagi menjadi empat kelompok konsentrasi, yaitu Informatika Medis, Sistem Informasi Enterprise, Forensika Digital dan Sains Data. Diharapkan, kuliah perdana ini dapat merangsang mahasiswa Magister FTI untuk mengembangkan penelitian di bidang bioinformatika,“ jelasnya. (KenFitriani/ Radio Edukasi/ BPMRPK Kemdikbud)

 

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar