Artikel

Kisah Nadia, Si Pendongeng Cilik Tingkat Nasional

Dongeng merupakan dunia yang menakjubkan bagi semua orang, baik anak-anak maupun orang dewasa. Melalui dongeng, sebuah komunikasi dan kedekatan emosional dapat tercapai. Transfer nilai-nilai yang terkandung dalam sebuah dongeng dapat lebih mudah dimengerti. Bagi orang awam mungkin mendongeng atau bercerita terlihat sangat sulit, karena mereka belum mengetahui teknik mendongeng yang baik sehingga harapan positif dari kegiatan mendongeng menjadi sia-sia bahkan membosankan.

September 2018 menjadi momen yang sangat membanggakan bagi Rr. Nadia Marfath Khairunnisa, biasa dipanggil Nadia, seorang pelajar kelas VI  SD N Gedongkiwo Yogyakarta. Pasalnya, saat itu ia berhasil meraih prestasi sebagai Juara 1 Lomba Bercerita Anak Negeri Tingkat Nasional di Jakarta. Hal itu ia ungkapkan saat mengisi program live “Prestasi Anak Negeri” di Radio Edukasi Kemdikbud, pada hari Rabu, 19 September 2018 pukul 14.00 WIB. Pada kesempatan itu Nadia menceritakan tentang perasaan bangga dan bahagianya dapat meraih prestasi di tingkat nasional tersebut.

“Ya, senang banget karena ini adalah yang sangat Nadia mimpi-impikan karena tahun kemarin Nadia juga pernah ikut lomba ini. Tapi di tingkat kota Nadia baru bisa juara harapan 2, nggak bisa nasional. Nadia ikut lagi dan akhirnya Nadia juara 1, kemudian bisa nasional,” ujarnya.

Nadia mengungkapkan tentang awal kesukaannya terhadap kegiatan bercerita atau mendongeng dimulai sejak kelas 3 SD.
“Nadia suka mendongeng itu dari kelas 3 dan 4 sampai sekarang. Pada awalnya Nadia dari senang membaca dulu. Waktu kelas TK itu, Nadia juga ikut lomba membaca buku dan alhamdulillah Nadia juara,” katanya.

Ketika disinggung tentang apa yang menarik dari dongeng atau cerita, Nadia mengatakan harus bisa mengekspresikan cerita kepada penonton.
“Yang menarik itu karena Nadia harus bisa mengekspreskan sebuah cerita kepada penonton,“ katanya.

Selanjutnya Nadia menjelaskan tentang tiga persiapan yang dilakukan sebelum mengikuti lomba bercerita, yaitu olah vokal, olah rasa dan olah tubuh. 
“Kalau Nadia persiapannya ada 3, yaitu olah vokal, olah rasa, dan olah tubuh. Kalau olah vokal itu tiap hari Nadia belajar artikulasi a-i-u-e-o. Kalau olah rasa, Nadia harus bisa menyampaikan perasaan Nadia kepada penonton dalam cerita tersebut. Terakhir olah tubuh, Nadia harus menggerakkan tubuh sesuai isi ceritanya,“ katanya.

Nadia menambahkan tentang syarat-syarat agar bisa mendongeng atau bercerita dengan baik harus banyak membaca, latihan olah vokal, olah rasa dan olah tubuh. 
“Harus sering membaca buku di perpustakaan kemudian latihan 3 hal tadi yaitu, olah vokal, olah rasa, dan olah tubuh,” ujarnya.

Lebih lanjut Nadia mengatakan ada dua sosok pendongeng yang menjadi panutannya, yaitu Kak Awam dan Kak Khudori.
“Kak Awam sama Kak Khudori, karena kak Awam itu punya ciri khas tersendiri dan berbeda kalau sedang mendongeng. Kalau kak Khudori itu karena badannya gendut jadi lucu kalau bercerita,“ ungkapnya.

Selanjutnya Nadia berharap kepada teman-teman untuk mulai rajin membaca buku dan mau mengikuti lomba bercerita.
”Harapannya untuk teman-teman Nadia, mulai rajin membaca dan mau mengikuti lomba bercerita,” ujarnya.
Sebelum mengakhiri wawancara, Nadia dengan percaya diri menunjukkan kebolehannya dalam membawakan cerita yang mengantarkannya meraih prestasi juara 1, yang  berjudul “Asal Mula Terjadinya Gedung Bolong. ” (Yudha Wijasena/ Radio Edukasi/ BPMRPK Kemdikbud)

 

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar