Berita Pendidikan

Tim CIMEDs UGM Sumbangkan 100 Implan untuk Gempa Palu

Yogya (RE) - Universitas Gajah Mada (UGM) melalui Fakultas Teknik, yang tergabung dalam group riset CIMEDs (Centre for Innovation of Medical Equipment and Devices), menyumbangkan 100 implant penyambung tulang untuk korban gempa dan tsunami di Palu. Implant tersebut terdiri atas delapan jenis, berbeda ukuran fungsinya seperti jenis implant narrow dynamics compression plate, small plate, broad plate, reconstruction plate, T plate dan mini plate.

Dalam kesempatan tersebut, Dekan Fakultas Teknik UGM, Prof. Ir. Nizam, M.Sc., Ph.D. mengatakan, hal tersebut yang dapat dilakukan sebagai sumbangsih untuk membantu bencana alam yang melanda Palu dan sekitarnya. “Ini merupakan bentuk kontribusi Fakultas Teknik untuk membantu para korban luka berat di Palu,” ujarnya di Ruang Sidang 4, Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) FT UGM., pada Rabu (3/9/2018).

Sementara itu, dosen Teknik Mesin UGM, Group Leader, Dr. Suyitno, S.T., M.Sc. dalam keterangannya mengatakan implant tersebut merupakan pengembangan yang dilakukan sejak tahun 2007. Pengembangan implant tersebut didasarkan pada morfometri tulang orang Indonesia dari data hasil pengukuran tulang. “Menurut data di lapangan 60 sampai 70% korban gempa di Palu mengalami patah tulang. Oleh karena itu kebutuhan implant sangat diperlukan saat bencana alam terjadi,” tambahnya.

Ke depan CIMEDs juga akan mengembangkan kaki palsu untuk didistrubusikan jika memang korban gempa yang mengalami amputasi kaki pasca gempa bumi.

“Implant ini mempunyai keunggulan produk dalam negeri, biasanya untuk kebutuhan implant kita harus mendatangkan dari luar negeri, namun saat ini kami siap memenuhi kebutuhan implant saat bencana,” tambahnya.

100 implant tersebut diserahkan langsung secara simbolik kepada tim dokter bedah ortopedi RSUP dr. Sardjito yang akan dikirim ke Palu. Sebanyak 22 tenaga medis RSUP dr.  Sardjito dikirimkan ke Palu untuk membantu penanganan korban gempa, tim di bawah koordinasi dari UGM dan Kementerian Kesehatan.

Salah satu dokter perwakilan tim yang berangkat, dr. Yuniarta Prabowo, Sp.Ot, dokter ortopedi RSUD dr. Sardjito mengatakan tim tersebut akan terdiri dari 4 dokter bedah ortopedi, bedah syaraf  anestesi, residen ortopedi dan perawat. “Kami mentargetkan akan menangani 70 kasus operasi bedah tulang mulai dari patah gerak atas, sampai kaki. Rencananya kami seminggu berada di Palu,” ujarnya.

Tim tersebut telah berkoordinasi dengan RS Bayangkara di Palu, yang akan dijadikan sebagai posko bantuan operasi bedah yang aman, seperti bantuan di gempa Lombok sebelumnya. (Iin Nurmalia/ Radio Edukasi/ BPMRPK Kemdikbud)

 

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar