Berita Pendidikan

Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2018 di Yogyakarta Targetkan Seribu Pasien

Yogya (RE) - Dalam rangka memperingati Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2018, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) bekerjasama dengan salah satu produsen pasta gigi, kembali menggelar layanan kesehatan gigi gratis. Gelaran ini berlangsung dari tanggal 17 s.d. 19 Oktober 2018, di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Prof. Soedomo UGM.

Ketua Penyelenggara BKGN 2018 FKG UGM drg. Asikin Nur. M.Kes, P.hd menjelaskan, pelayanan yang diberikan mulai dari pemeriksaan sampai penanganan kesehatan gigi dan mulut. “Pertama pemeriksaan serta kedua penanganan meliputi penambalan, pencabutan gigi dan pembersihan karang gigi,” ujarnya saat ditemui di sela sela acara, Rabu (17/10/2010).

Ia menuturkan selama tiga hari pihaknya menargetkan sekitar 1.000 pasien, yang terbagi 350 pasien setiap harinya. Masyarakat yang berminat, cukup mendaftarkan diri secara langsung, dan pelayanan hanya didapatkan pada saat hari pendaftaran. BKGN tahun ini menggandeng tenaga medis yang terdiri dari 125 dokter gigi, 190 mahasiswa S1 non co-as, dan 160 mahasiswa co-as.

Selain memberikan layanan kesehatan gigi, program ini juga bertujuan mengedukasi pasien sejak dini. Tidak kurang dari 75 siswa SD diberikan kuota khusus setiap harinya untuk mengikuti program yang sudah berlangsung ke-9 ini. Mereka akan melakukan sikat gigi massal sekaligus pemeriksaan kesehatan gigi. “Harapannya dengan begitu kita sudah menanamkan pola hidup sehat, khususnya hidup sehat dari sisi kesehatan gigi dan mulut sejak dini, sehingga diharapkan nanti pada usia remaja sampai dewasa mereka sudah memiliki pola hidup sehat yang benar,” tambah Asikin.

Asikin memaparkan jika angka kerusakan gigi di tingkat nasional masih tinggi. Beberapa gigi yang dimiliki setiap orang, sekitar empat sampai lima di antaranya mengalami kerusakan. Bahkan di D.I. Yogyakarta angka tersebut lebih tinggi, yakni setiap orang mengalami lima sampai enam kerusakan gigi. Kondisi itu menunjukkan masih rendahnya kesadaran menjaga kesehatan gigi.

Pola hidup yang sehat sangat berpengaruh bagi kesehatan gigi. Seperti menyikat gigi sesudah sarapan serta sebelum tidur. Selain itu, ia menghimbau agar masyarakat secara rutin melakukan pemeriksaan ke dokter gigi, minimal enam bulan sekali. “Banyak dari kita giginya merasa tidak ada masalah, ketika periksa ke dokter gigi, ditemukan gigi yang berlubang dan sebagainya,” pungkas Asikin. (Mujaeni/Radio Edukasi/ BPMRPK Kemdikbud)

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar