Berita Pendidikan

Hadapi Era Revolusi Industri, UKDW Yogyakarta Kembangkan Blended Learning

Yogya (RE) - Menyikapi dimulainya era revolusi industri keempat, Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta mulai mengembangkan metode blended learning, dimana mengkolaborasikan pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran daring (dalam jaringan/online). Blended learning ini merupakan adopsi platform e-class yang sudah diterapkan sejak sekitar delapan tahun lalu. “Pembelajaran dengan e-class ini sangat efektif, karena 95% mahasiswa mengakses platform tersebut. Mulai dari mengunduh materi hinga pengumpulan tugas. Sementara unutk pembelajaran online, materi sudah disediakan berupa handout, maupun video dosen yang sedang mengajarkan materi,“ papar Rektor UKDW Yogyakarta, Henry Feriadi, usai acara media gathering di kampus setempat, Selasa (23/10). 

Adanya pembelajaran daring tersebut, maka mahasiswa dapat belajar di rumah dengan memutar kembali materi yang disediakan secara daring. Melalui pembelajaran daring, maka pembelajaran tidak hanya dilakukan di kelas saja. “Kalau di kelas kan 2-3 jam saja pembelajaran sudah selesai. Nah, dengan pembelajaran online ini mahasiswa bisa memutar kembali video kapanpun dibutuhkan, dan dapat menentukan sendiri irama atau kecepatan belajarnya sesuai kebutuhannya,“ jelasnya.

Ia menambahkan, metode pembelajaran blended learning baru diterapkan di Jurusan Teknik Informatika, dan rencananya akan diterapkan di semua jurusan di UKDW Yogyakarta. Target penerapan pembelajaran daring di semua jurusan bisa dimulai tahun depan. Namun, hal ini juga membutuhkan persiapan yang matang, di samping jumlah mata kuliah di setiap jurusan yang banyak. “Tidak semua mata kuliah dapat menggunakan metode blended learning, seperti di Jurusan Kedokteran dan Arsitektur yang membutuhkan praktikum. Dosen sendiri juga perlu dilatih untuk mengembangkan pembelajaran online. Mereka akan direkam ketika mengajar dengan durasi maksimal 10 menit. Kalau lama-lama nanti mahasiswanya juga bosan,“ ungkapnya. (KenFitriani/Radio Edukasi/ BPMRPK Kemdikbud)

 

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar