Berita Pendidikan

Kesehatan Lansia Jadi Tema Summer Course 2018

Yogya (RE) – Sebagai upaya untuk mempersiapkan infrastruktur kesehatan termasuk ketersediaan profesional kesehatan yang mampu memfasilitasi lansia, Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Gigi dan Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) mengadakan kegiatan Summer Course 2018. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Healthy Related Program in Elderly.”

Koordinator Lapangan Summer Course 2018 UGM, Drs. Abdul Wahab M.PH mengatakan kegiatan tersebut merupakan integrasi lintas disiplin yang menangani masalah kesehatan di masyarakat. “Kegiatan ini merupakan program unggulan untuk joint super vision dosen UGM dan luar negeri untuk transfer knowledge, mengungkapkan paparan kontekstual nasional dan internasional tentang kompetensi yang dibutuhkan mahasiswa di era pasar global,” ujarnya dalam Jumpa Pers di Gedung Utama Balai Perlindungan Lansia Tresna Werdha Abiyoso, Pakem, Sleman, Kamis (1/11/2018).

Abdul Wahab menambahkan, selama satu minggu peserta akan mendapatkan paparan materi di kelas dari dosen UGM maupun dosen mitra luar negeri. Kemudian selama duabelas hari mahasiswa akan mendapatkan kegiatan lapangan secara live in di delapan Puskesmas di Kabupaten Kulon Progo. “Sejak awal kita pilih Kulon Progo karena memiliki program-program inovatif terkait dengan layanan kesehatan masyarakat, Kulon Progo juga memiliki kondisi geografis yang lengkap, mulai dari dataran rendah, dataran tinggi dan daerah pesisir. Untuk tahun ini Summer Course kami fokuskan di daerah pesisir,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha Abiyoso (BPSTW) Yogyakarta, Drs. Fatchan, M.Si. mengatakan BPSTW di bawah koordinasi langsung dari Dinas Sosial Derah Istimewa Yogyakarta. “Saat ini jumlah lansia yang kami tampung di sini sebanyak 214 lansia, terdiri atas 142 perempuan dan 72 laki-laki, yang terbagi di dua Balai, di Pakem Sleman ini dan Kasihan Bantul,” ujarnya.

Menurutnya, lansia BPSTW sebagian besar masuk dalam usia lanjut di atas 60 tahun. BPSTW memberikan dua jenis layanan regular bagi lansia telantar di DIY dan layanan khusus bagi masyarakat yang menitipkan lansia sebanyak 20 kuota secara berbayar. “Saat ini, menurut data dari Dinas Sosial, lansia telantar di DIY sejumlah 45.765 lansia,” tegasnya. Bagi lansia yang tidak dicakup dalam BPSTW difasilitasi dari Tim Dinas Sosial melalui Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS).

“Para lansia di sini kami berikan program kegiatan fisik seperti senam lansia, kegiatan mental agama dengan bimbingan agama sesuai dengan kepercayaanya masing-masing, kegiatan sosial dan ketrampilan sesuai kemampuan dari lansia,” tambahnya. 
Kegiatan Summer Course 2018 diikuti oleh 57 peserta yang terdiri atas 34 mahasiswa UGM dan 23 peserta dari berbagai universitas mitra luar negeri dan dosen pakar universitas luar negeri seperti Malaysia, Belanda, Thailand, Singapura, Yunani dan Jepang. 

Harapannya kegiatan ini mampu memberikan wahana diskusi dan pembelajaran bagi calon profesional tenaga kerja untuk mendalami tata laksana lansia, baik dari sisi media, psikologis maupun sosiologis secara multi university untuk mewujudkan lansia berkualitas, mandiri dan bermanfaat. (IinNurmalia/RadioEdukasi/BPMRPK Kemdikbud)

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar