Artikel

Desain Website Membawa Alfian Meraih Juara

Desain website adalah salah satu elemen penting pada website. Desain sebuah website dapat menentukan apakah pengunjung akan tertarik untuk mengeksplor website kita. Saat ini, website sudah semakin kompleks. Sama seperti fashion, desain website pun selalu berubah-ubah mengikuti tren. Kita harus mempertimbangkan banyak hal saat merancang sebuah situs website, dari tampilan visual ke desain fungsional. Berkat kreativitas, inovasi dan kejelian tata artistik dalam membuat desain website, seseorang bisa meraih prestasi.

Bulan Oktober 2018 menjadi momen yang sangat membanggakan bagi Alfian, seorang pelajar kelas XII Jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) SMK N 3 Yogyakarta. Pasalnya, saat itu ia berhasil meraih Juara 1 Desain Website di ajang Kirab Pemuda Yogyakarta tahun 2018 yang berlangsung di Youth Centre Sleman Yogyakarta. Hal itu diungkapkannya saat mengisi program live “Prestasi Anak Negeri” di Radio Edukasi Kemdikbud, pada Rabu, 7 November 2018 pukul 14.00 WIB. Pada kesempatan ini, Alfian menceritakan betapa bangga dan bahagianya ia dapat meraih juara 1.

“Ya, alhamdulillah senang karena bisa meraih juara pertama,” ujarnya.

Alfian mengungkapkan tentang awal ketertarikannya terhadap desain website dengan belajar melalui Internet.
“Kalau dari ketertarikan sih belum terlalu lama, tepatnya waktu kelas dua awal. Nah kelas satu itu ada materi web desain, pemrograman web ada materi pelajaran dari sekolah, kok kayaknya asyik, unik, gitu bisa ngetik-ngetik gini, hasilnya kayak gini bisa membuat web. Nah akhirnya belajar-belajar terus dan awalnya membeli buku. Ternyata saya sadari bahwa sekarang buku itu kuno, sudah versi lama dan cari-cari E-Book, saya print kemudian lebih belajar ke internet,” katanya.

Ketika disinggung tentang apa yang menarik dari sebuah Desain Website, Alfian menyatakan dari segi penulisan codingnya. 
“Bagi saya ya dari segi menulis codingnya, dari menulis coding itu terasahlah dari logika-logika. Itu  tidaklah hanya  sekadar  mengetik ya, namun  itu harus sesuai dengan hasilnya supaya  bagus  dan itu akan mengasah logika kita. Bagaimana kok bisa begini. Jadi kombinasi-kombinasi bentuk coding itu  akan menciptakan bentuk atau tatakan yang akan bisa sesuai dengan keinginan kita, dan itu   menjadi salah satu sisi menariknya dari suatu desain website,“ katanya.

Selanjutnya Alfian menjelaskan tentang persiapan-persiapan yang dilakukan sebelum mengikuti lomba. 
“Ya, sebenarnya persiapannya kurang matang sih karena saya baru dapat info itu H-1 deadline lomba. Saya mau ikut tapi mikir-mikir satu hari bisa selesai nggak untuk mengerjakan web. Saya tanya ke panitianya. Ternyata dari panitia memberikan kelonggaran waktu satu hari lagi, karena memang dari panitia ada kesalahan untuk masuknya lama, sehingga saya beranikan sajalah meskipun dua hari, meskipun yang lain itu ada yang ngerjakannya satu minggu ada yang sebulan. Terus setelah itu saya mempersiapkan diri karena ini temanya promosi diri sendiri tentang seorang website. Terus saya minta tolong teman untuk potretin saya, saya mau masukin, soalnya saya sendiri tidak ada foto di galeri. Dan setelah itu diedit dan saya masukin di website dan akhirnya dalam kurun waktu dua hari itu websitenya sudah jadi, sudah termasuk responsivitasnya. Artinya website sudah bisa dibuka di bermacam device HP, Laptop, Tablet sesuai dan tidak berantakan,“ katanya.

Alfian menambahkan tentang kendala-kendala yang dihadapi saat mengikuti lomba. 
“Kendalanya memang mepet di waktu. Awalnya masih bingung rancangannya mau gimana, akhirnya coba dululah tapi mikir-mikir pakai software editing. Terus akhirnya setelah diedit pakai software editing. Terus diimplementasikan ke code, jadi kayaknya lebih enak gitu dan lebih efektif,“ ujarnya.

Selanjutnya Alfian menambahkan tentang kriteria yang dinilai dalam lomba desain website.
“Untuk kriteria sendiri dibagi dua ya, yaitu pertama kan ada seleksi finalis, seleksi dari juri, jadi pengerjaan di rumah terus nanti dikirim ke email panitia. Dan itu nanti dinilai oleh juri, kriteria selanjutnya yang bagian final langsung menunjukkan presentasi pada juri. Yang pertama keindahan tata letak website, kemudian navigasi dibuat yang mudah, kemudian kemudahan mendapatkan informasi skill,” ujarnya.


Lebih lanjut Alfian mengatakan dukungan dari keluarga dan juga sekolahnya. 
“Ya, kalau dari dukungan sendiri itu, pertama sekolah, memang awal-awal itu sangat support sekali, awal itu sampai diakomodasikan sampai ke Tegal sampai ke Universitas Sanata Darma, dibiayai akomodasinya. Kemudian ke Universitas Respati juga, karena mungkin terlalu banyak, lama-kelamaan berkurang gitu, sementara dukungan orangtua support juga. Jadi kalau ada kegiatan lomba, tidak diberi pekerjaan, biar bisa fokus dan tidak capek. Sementara itu dukungan dari teman-teman mereka memberikan doa, gitu,“ ungkapnya.

Selanjutnya Alfian berpesan kepada teman-teman untuk meraih prestasi. 
”Pesannya yaitu, pertama kita harus kenali diri kita, bakat kita, basic kita itu apa. Kita dalamin aja di situ, nggak perlu kita jadi yang lain dalamin aja bakat kita. Karena pesepakbola tidak harus pintar di Matematika, dan yang lainnya juga nggak harus pintar di bidang yang lainnya lagi. Kita fokusin saja satu dan itu nanti bisa membangun dirimu lebih cepat daripada yang lain,” ujarnya. (Yudha Wijasena/ Radio Edukasi/ BPMRPK Kemdikbud)

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar