Berita Pendidikan

Lulusan Muallimaat Muhammadiyah Harus Jadi Srikandi Bangsa

Yogya (RE) - Sebagai salah satu kontribusi dalam memajukan perempuan, terutama untuk mengisi kemerdekaan dan menghadapi tantangan zaman, Madrasah Mualimat Muhammadiyah menyelenggarakam Seminar Internasional dengan tema "Peran Perempuan dalam Pendidikan dan Politik Kebangsaan", di Universitas Aisyiyah Yogyakarta, Minggu (25/11/2018). Sebagai kader perempuan Muhammadiyah dan Aisyiyah, Muallimaat senantiasa menempatkan perjuangan Nyai Dahlan sebagai spirit untuk terus memajukan pendidikan.

“Seminar tersebut juga menjadi upaya untuk mencerdaskan perempuan dalam ranah politik, di samping juga dalam bidang kebudayaan, keagamaan, dan sosial,“ kata Direktur Madrasah Muallimaat Yogyakarta, Agustina Ernawati, di sela acara. Madrasah Muallimaat Muhammadiyah merupakan sekolah yang mencetak calon pemimpin perempuan, sehingga sangat penting untuk menghasilkan lulusan yang berkompeten bagi sekolah yang usianya sudah mencapai satu abad tersebut. “Muallimaat punya tanggungjawab besar mencerdaskan dan mendidik perempuan untuk berpendidikan dan maju, juga dalam pemikiran dan banyak hal lainnya,“ papar Erna.

Ketua Umum PP Aisyiyah, Siti Noordjanah Djohantini mengatakan, Muhammadiyah sebagai organisasi keagamaan yang turut membidani lahirnya bangsa Indonesia mempunyai komitmen yang teguh terhadap kemajuan bangsa. “Secara sederhana, politik kebangsaan yang dipegang Muhammadiyah, salah satunya, adalah turut mencerdaskan dan memajukan kehidupan bangsa.  Dari hal tersebut sudah bisa dilihat bahwa Muhammadiyah tidak mundur selangkah pun. Muhammadiyah dan Asiyiyah memiliki peran yang strategis dalam upaya menegakkan dan meneguhkan bagaimana politik kebangsaan Muhammadiyah diaplikasikan melalui seluruh aktivitasnya, baik yang dilakukan melalui amal usaha atau gerakan dakwah amar ma'rufnya,“ jelasnya. 

Siti menambahkan, kegiatan-kegiatan tersebut diselenggarakan dengan tujuan supaya Indonesia menjadi bangsa yang maju, kuat, dan memiliki keadaban yang tinggi. Sementara untuk peran perempuan di Muhammadiyah, tonggak sejarah pergerakan perempuan di Indonesia, salah satunya dimotori oleh kongres perempuan pertama di Yogyakarta. “Saya mengajak warga Aisyiyah untuk terus mendinamisasi peran Aisyiyah agar memberi pengaruh dan membawa Indonesia menjadi berkemajuan,“ paparnya.

Hadir sebagai pembicara dalam acara tersebut, Ketua Umum PP Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini, Ketua PP Aisyiyah Masyithoh Cusnan, Pengamat Politik Siti Zuhro, dan Pakar Corporate Strategy Rahmah binti Haji Ahmad Osman. (KenFitriani/ Radio Edukasi/ BPMRPK Kemdikbud)

 

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar