Berita Pendidikan

Budaya Keselamatan Berlalu Lintas Perlu Ditanamkan Sejak Dini

Yogya (RE) - Angka kecelakaan lalu lintas setiap tahunya semakin meningkat, bahkan menurut data selama satu jam terjadi setidaknya 3 sampai 4 orang meninggal dunia karena kecelakaan. Hal tersebut dipaparkan dalam dialog bersama dan talkshow "Stop Pelanggaran, Cegah kecelakaan, Selamatkan Generasi Penerus Bangsa”, di Auditorium Sukadji Ranuwihardjo MM UGM (Selasa, 27/11/2018).
 
Kepala Dinas Perhubungan DIY, Sigit Sapto Raharjo dalam paparannya mengatakan bahwa kecelakaan merupakan masalah global yang bukan semata-mata masalah transportasi, menurutnya hal tersebut sudah masuk dalam ranah sosial, seperti kepedulian World Health Organization (WHO) yang mencanangkan Hari Keselamatan Dunia sejak tahun 2004. “Kecelakaan lalu lintas bukan nasib, selalu diawali pelanggaran pengguna jalan, sudah seharusnya meningkatkan pemikiran menyelamatkan pengguna jalan agar tidak jadi korban sia-sia di jalan,” paparnya.

Ia menambahkan kecelakaan lalu lintas tidak mengenal jenis kelamin, siapapun dapat menjadi pelaku maupun korban, apabila perilaku tidak tertib lalu lintas masih menjadi budaya di masyarakat. Menurutnya perlunya upaya menyelamatkan generasi penerus bangsa dengan cara menanamkan budaya keselamatan berlalu lintas sejak dini, baik melalui jenjang TK, SD, SMP dan SLTA.

Dalam kesempatan yang sama Direktur Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda DIY, Kombes Pol. Latif Usman mengungkapkan  setidaknya terdapat tujuh kriteria pelanggaran yang mengakibatkan fatalitas korban kecelakaan, diantaranya helm, penggunaan handphone, mabuk, penggunaan sabuk keselamatan, tidak pada jalurnya, melawan arus, dan kebut-kebutan. 
“Kami di Jogja setiap Polres ada pilot project, kenapa? Karena di sekolah sudah diajarkan tentang keselamatan berkendara, namun di masyarakat tidak tertib. Adanya kampung tertib lalu lintas dapat mengimbangi pendidikan formal yang ada, agar saling berkesinambungan dan bersinergi bersama,” jelasnya.

Penyelenggaraan talkshow tersebut merupakan dukungan dari KOICA dan Samsung Electronic bekerjasama dengan Ditlantas Polda DIY, Dinas Perhubungan DIY, dan Dinas Dikpora DIY. Sementara itu, sejak tahun 2017 hingga saat ini, Profesor Sigit dan Profesor Huh Eok dengan dukungan dari KOICA dan Samsung telah memulai dan melakukan program keselamatan berlalu lintas bagi anak. Sampai saat ini, sudah dilakukan produksi dan distribusi bahan ajar keselamatan lalu lintas bagi usia TK hingga SD kelas 1-4, produksi dan distribusi video tentang keselamatan berlalu lintas bagi anak, pelatihan dan pemberian bantuan 4.000 buah helm.

Dalam acara tersebut dimeriahkan dengan pertunjukan dari Tim Polisi Cilik yang terdiri dari 18 siswa-siswi TK Bhayangkari dan penyerahan penghargaan kepada kelompok maupun individu yang telah berkontribusi dalam pencegahan kecelakaan lalu lintas anak di DIY. (Iin Nurmalia/ Radio Edukasi/ BPMRPK Kemdikbud)
 

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar