Artikel

Rematik dan Asam Urat: Serupa, Tapi Tak Sama

Rematik atau pun asam urat telah menjadi penyakit yang dikenal luas oleh masyarakat, tapi sebenarnya seberapa bahaya, sih penyakit yang identik dengan orang tua ini? Yuk, simak penjelasan singkatnya berikut ini.
 
Rematik, yang dalam bahasa medis biasa disebut dengan Rheumatoid Arthritis, adalah penyakit yang menimbulkan radang pada sendi, akibat dari adanya gangguan autoimun, yakni sistem imun yang menyerang jaringan tubuh yang sehat. Sistem imun yang keliru menyerang jaringan sehat di sekitar sendi tersebut menyebabkan lapisan tipis sel (synovium), menutupi persendian sehingga menyebabkan sendi meradang dan bengkak. Synovium juga melepaskan bahan kimia yang akan merusak tulang rawan dan tulang dalam sendi.
 
Rematik akan menimbulkan rasa nyeri, kaku, serta bengkak pada sendi yang dapat mempengaruhi kemampuan para penderitanya dalam melakukan berbagai aktivitas harian. Penyakit ini adalah salah satu penyakit yang seringnya dialami oleh orang lanjut usia (lansia), akan tetapi juga bisa dialami oleh orang dewasa muda, remaja, dan bahkan anak-anak. Perlu diketahui juga bahwa perempuan memiliki resiko 2-3 kali lipat lebih berisiko rematik dibandingkan pria.

 

Gejala apa saja yang timbul saat rematik menyerang seseorang?
Gejala yang khas biasanya adalah nyeri sendi dan kekakuan sendi yang memburuk di pagi hari setelah bangun tidur atau setelah duduk terlalu lama. Sendi yang terkena dapat memerah, bengkak, dan terasa hangat ketika disentuh. Gejala lainnya meliputi mata gatal atau perih, lemas, lesu, tidak bertenaga, nafsu makan menurun drastis, dan demam.

 

Banyak orang yang menyangka kalau dirinya mengalami rematik, padahal sebetulnya mengalami asam urat, atau sebaliknya. Rematik dan asam urat memang mirip, namun tak sama. Rematik maupun asam urat dapat menyebabkan rasa nyeri, bengkak dan kemerahan pada sendi. Kedua kondisi ini mengganggu aktivitas sehari-hari. Meski demikian, ada perbedaan rematik dan asam urat yang penting diketahui. Rematik adalah penyakit kronis yang menimbulkan rasa sakit akibat peradangan dan pembengkakan pada sendi, sedangkan asam urat adalah radang sendi akut yang diakibatkan pengendapan asam urat pada sendi.

 

Bagaimana cara mencegah kedua penyakit tersebut?
Secara umum, cara mencegah rematik dan asam urat yang efektif adalah dengan perubahan gaya hidup yang lebih sehat seperti rutin olahraga, berhenti merokok dan berhenti mengonsumsi minuman beralkohol. Selain itu, beberapa cara yang juga dapat dilakukan untuk mencegah rematik dan asam urat adalah sebagai berikut:
 
  • Menjaga pola makan. Melakukan diet sehat adalah satu upaya agar tidak memicu gejala rematik dan asam urat muncul. Menjalani pola makan sehat bisa dilakukan dengan menjauhi minuman beralkohol, mengurangi konsumsi daging, mengurangi makanan dengan kandungan purin yang tinggi terutama bagi penderita asam urat.
  • Menjaga berat badan sehat. Berat badan berlebih atau obesitas bisa menjadi faktor risiko asam urat dan rematik. Maka dari itu, mempertahankan berat badan yang sehat melalui pola makan sehat dan olahraga teratur dapat membantu mencegah munculnya gejala.
Disarikan dari siaran talkshow RE Medika di Radio Edukasi pada hari Rabu, 19 Desember 2018 pk. 14.00-15.00 WIB
Narasumber: dr. Ratri

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar