Berita Pendidikan

RSBI Tidak Sepenuhnya Keliru

Yogya (RE) –Adanya penghapusan status Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI ) maupun Ritisan Sekolah Bertaraf Inenasional (SBI), hendaknya tidak menjadikan masyarakat menganggap kedua status tersebut adalah kesalahan mutlak.Sekretaris Konsorsium RSBI  DIY, Drs. Isdarmoko, M.Pd mengatakan, “Walau label atau status RSBI maupun SBI telah dicabut, masyarakat jangan terlalu menyalahkan adanya program itu. Sebab, hal itu merupakan salah satu upaya peningkatan mutu pendidikan di tanah air. Latar belakang didirikannya RSBI yakni adanya keprihatinan tentang mutu pendidikan di Indonesia yang jauh tertinggal dengan negara maju, khususnya untuk jenjang SMA ke bawah.”
Isdarmoko menegaskan, Adanya praktek-praktek yang kurang tepat dalam pelaksanaan RSBI lalu, misalnya penggunaan Bahasa Inggris dalam pembelajaran secara menyeluruh, kastanisasi atau diskriminasi antara siswa tidak mampu dan siswa mampu, hal itu merupakan kesalahan beberapa sekolah saja. Dalam hal ini, semua sekolah eks-RSBI di DIY tidak mengggunakan Bahasa Inggris secara total dalam pelaksanaan program RSBI, serta tidak memungut biaya yang terlalu besar. Bahkan, disediakan kuota bagi siswa yang tidak mampu, dan mendapat bantuan biaya sekolah.
“Memang dalam pelaksanaannya lalu ada beberapa kesalahan yang dilakukan sejumlah sekolah RSBI. Tidak semua sekolah eks-RSBI menggunakan Bahasa Inggris sebagai pengantar secara penuh, dan tidak semuanya menarik biaya yang sangat tinggi. Bahkan sekolah RSBI di DIY lalu juga menyediakan kuota bagi siswa tidak mampu. Kami berharap agar jangan menjadikan semua sekolah eks-RSBI terkena imbasnya. Saya yakin bahwa semua sekolah eks-RSBI di Yogyakarta tidak menggunakan Bahasa Inggris secara total sebagai pengantar dalam proses pembelajaran,” pungkasnya.
Meskipun  ia tidak menganggap bahwa program RSBI dan SBI merupakan suatu kekeliruan, namun pihaknya tetap mematuhi keputusanMK.(Hana)

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar