Berita Pendidikan

Teknologi Digital Mengubah Interaksi Manusia?

Yogya (RE) – Saat ini masyarakat dunia sudah masuk dalam tahap revolusi industri 4.0, dimana kecanggihan teknologi internet menjadi pertanda yang sangat mengemuka. Teknologi tidak sekadar instrumen yang membantu manusia melaksanakan tugas-tugas yang kompleks, tetapi memiliki dampak perubahan revolusioner dalam pola berpikir dan berperilaku manusia serta budaya dan peradaban masyarakat. “Zaman digital saat ini tentunya memiliki efek positif dan negatif, bagaikan dua sisi mata pisau. Menghadapi hal tersebut, Muhammadiyah berupaya untuk bisa menguasai dunia digital dan memanfaatkannya dengan bijak untuk berdakwah serta menyampaikan pesan-pesan Islam sebagai alternatif di tengah kurangnya pemahaman Islam di masyarakat,” kata Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir, dalam Pengajian Ramadhan PP Muhammadiyah yang bertajuk “Keadaban Digital: Dakwah Pencerahan Zaman Milenial” di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Kamis (24/5/2018).

Menurut Haedar, dalam zaman digital, manusia terkoneksi dan berinteraksi melalui interaksi persoalan secara fisik dan dunia maya sebagai sebuah realitas sosial baru. Perkembangan teknologi digital seakan-akan mampu mengubah sifat manusia dalam berinteraksi di masyarakat. Media digital mengakibatkan lunturnya orientasi nilai, mampu menghilangkan nalar rasa dan nalar spiritual. Hubungan relasi paguyuban berganti menjadi hubungan yang lebih individualis. “Dunia digital merupakan dunia maya. Realitas yang ada merupakan realitas bentukan, tetapi nyata. Orang menjadi terpolarisasi dalam afilisasi kelompok-kelompok. Inilah dunia simulacra,” imbuhnya.

Kemajuan media digital sangat pesat, penyebaran informasi juga bisa dilakukan dengan mudah dan secara singkat. Oleh karena itu, Haedar menjelaskan bahwa keadaan ini harus bisa dimanfaatkan untuk melakukan syiar Islam kepada masyarakat zaman milenial. “Pada keadaan yang serba cepat ini kita harus bisa menghadirkan dakwah, tabligh dan pesan- pesan Islam lewat media-media baru yang ada dengan lebih masif dari pada orang lain,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Komunikasi dan Informasi (Mekominfo), Rudiantara mengatakan, saat ini di Indonesia setidaknya ada 143 juta penduduk yang menggunakan internet, dan 100% aksesnya melalui ponsel. Kebanyakan, mereka mengakses media sosial. “Ada 3 tipe masyarakat Indonesia dalam menggunakan media sosial, yakni untuk mencari teman, mencari berkah dan mencari informasi yang tentu ada dampak positif dan negatif. Hal negatif ini yang menjadi masalah seperti pesan-pesan palsu yang disebarkan oleh oknum tidak bertanggung jawab dengan maksud tertentu seperti menimbulkan perpecahan,“ jelas Rudi.

Rudi menghimbau kepada seluruh masyarakat di Indonesia supaya tidak sembarangan di dalam dunia maya, sebab dunia maya merupakan dunia yang tidak terbatas. “Peran pemerintah ada 2 yaitu meningkatkan literasi dan membatasi akses seperti situs pronografi dan sebagainya. Saat ini yang kami lakukan adalah pembatasan akses, namun sebetulnya peningkatan literasi itu hal yang lebih bagus agar masyarakat Indonesia dapat memilih dan memilah informasi atau konten yang akan mereka konsumsi,“ papar Rudi. (KenFitriani/Radio Edukasi/BPMRPK Kemdikbud)

This post has 2 Comments

  1. abdul azis hartadi | Selasa, 15 Juni 2021

    <a href="www.rabihdigital.com">mantap</a>

  2. Diah ayu pitaloka | Kamis, 09 September 2021

    Anak2 tolong tuliskan nama kalian yang sudah isi formulir kegiatan webinar besok di sini ya. 1.Deswita Maharani 2.Nadia rizky amalia 3.Nazwa Dwi Rahma Dhani.B 4.Nayla Salsabilla 5.Raffa nawwar ardhani 6.Nabila Aprilia 7. Suci Nuraini 8.Abizar ridho prasetya 9.m.fathur rochmam 10.Chusnul Khotimah 11.Awaliyah Nazhera 12.Meta khiara 13.yon Widya bhara 14.Reva aucillia putri 15.akbar Hadi Pratama

Kirim Komentar