Aktivitas

BPMR Jalin Kemitraan dengan Sebatik

Insan Edukasi, baru-baru ini Radio Edukasi Balai Pengembangan Media Radio (BPMR) Yogyakarta menjalin kemitraan dengan Radio Smansa Sebatik FM. Kerja sama ini berupa pemberian bahan siar yang telah dikembangkan oleh BPMR kepada Radio Smansa Sebatik FM secara gratis untuk disiarkan di radio tersebut. Tujuan kemitraan ini adalah untuk meningkatkan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan bagi masyarakat Sebatik, khususnya di Kecamatan Sebatik.

(Kiri) Drs. Suharto dan Baso Dalle mengunjungi stand BPMR dalam rangka 1st ICT USO Expo & Conference di Jogja Expo Center Sebatik, adalah sebuah daerah perbukitan yang berbatasan langsung dengan Tawau, Sabah, Malaysia. Sebagian besar informasi yang diterima oleh masyarakat Sebatik adalah dari stasiun radio dan televisi Malaysia. Tidak heran apabila dalam kesehariannya, anak-anak usia sekolah di sini lebih fasih menyanyikan lagu kebangsaaan Malaysia dibandingkan lagu Indonesia Raya. Sebab setiap kali stasiun radio/televisi Malaysia mengawali dan mengakhiri siaran, pasti memperdengarkan lagu kebangsaan "Negaraku".

Drs. Suharto, Kepala SMA Negeri 1 Sebatik mengatakan, "Tujuan berdirinya radio komunitas ini adalah untuk menanamkan nasionalisme bagi para siswa. Hal ini dilakukan dengan menyiarkan lagu-lagu nasional setiap hari. Selain itu, radio komunitas ini juga sebagai media untuk melatih ketrampilan siswa dalam menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik dan benar."

Radio Smansa Sebatik FM dikelola oleh guru dan siswa SMA Negeri 1 Sebatik secara sukarela. "Jika pagi hari, penyiarnya adalah guru yang mempunyai waktu luang untuk siaran. Kalau sore harinya, yang siaran adalah siswa-siswa yang tinggal di asrama," jelas Suharto. Semenjak berdiri pada awal tahun 2011, radio ini mengudara mulai pukul 7 pagi sampai pukul 10 malam. Orang tua siswa dan pemerintah setempat, seperti Kecamatan Sebatik dan dinas pendidikan sangat mendukung berdirinya radio ini. DUkungan pemerintah diberikan dalam bentuk penyediaan peralatan siaran.

Walaupun usia radio ini belum sampai 1 tahun, namun dampaknya mulai terlihat. "Saya memberikan keleluasaan bagi siswa Smansa untuk mengenali potensi dan bakatnya melalui siaran radio ini. Satu siswa bernama Fardi Asisi, waktu itu kelas 3, berhasil menciptakan Mars Smansa," kata Suharto. Tidak mau kalah dengan siswanya, Suharto pun menghasilkan karya "Hyme Smansa" untuk sekolah tercinta.

Ditemui secara terpisah, Drs. Baharuddin selaku Camat Sebatik menyambut gembira perhatian BPMR Yogyakarta dengan memberikan bantuan berupa materi bahan siar yang sarat pendidikan. Namun ketika ditanya mengenai kemungkinan radio Smansa Sebatik FM beralih ke bentuk lembaga penyiaran selain komunitas, ia berujar, "Biarlah ini (Radio Smansa Sebatik FM - red) tetap jadi (radio) komunitas dulu saja. Tujuannya kan sangat mulia." (ssn)

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar