Berita Pendidikan

BATAN Ingin Lebih Membuka Diri Kepada Masyarakat

Yogya (RE) - Badan Tenaga Nuklir (BATAN)  ingin lebih membuka diri kepada masyarakat melalui berbagai pelayanan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggelar temu pelanggan yang diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN) dan Pusat Sains Teknologi Akselerator (PSTA).

Deputi Bidang Sains dan Aplikasi Teknologi Nuklir, Efrizon Umar mengatakan, BATAN memiliki tiga reaktor di Serpong, Bandung, dan Yogyakarta. Namun, belum banyak pihak yang mengetahui dan memanfaatkan fasilitas tersebut, termasuk perguruan tinggi. “Perguruan Tinggi dapat memanfaatkan pengembangan penelitian keilmuan bagi perguruan tinggi yang memiliki program studi fisika,“ paparnya dalam konferensi pers ‘Temu Pelanggan dan Diseminasi dalam Upaya Peningkatan Kinerja Batan Sebagai Pusat Unggulan IPTEK dan Perguruan Tinggi, di STTN Yogyakarta, Senin (1/4).

Efrizon Umar menambahkan, kegiatan yang dilakukan BATAN harus mengikuti perkembangan zaman, termasuk dalam kegiatan penelitiannya yang diorientasikan untuk kebutuhan pelanggan atau masyarakat. “Kegiatan riset harus mengantisipasi adanya perubahan zaman yang sangat cepat. Di samping itu, riset juga harus ada target akhirnya,“ jelasnya.

Ketua STTN Yogyakarta, Edy Giri Rahman Putra mengatakan, temu pelanggan tersebut bertujuan untuk mendapatkan umpan balik dan saran perbaikan terhadap layanan yang telah diberikan kepada masyarakat. “Sosialisasi dan pemanfaatan IPTEK nuklir untuk kesejahteraan perlu terus ditingkatkan. Kerja sama juga perlu dilakukan untuk dalam rangka meningkatkan pemanfaatan aplikasi teknologi nuklir,“ ungkapnya.

Bersamaan dengan temu pelanggan tersebut, Edy juga mencanangkan Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi (WBK) untuk kawasan nuklir Yogyakarta. Selain itu, kegiatan tersebut dalam rangka memperingati 40 tahun Reaktor Kartini. “Saya berharap semakin banyak masyarakat yang dapat memanfaatkan lebih luas jasa layanan PSTA dan STTN, sehingga ke depannya nanti IPTEK Nuklir ini dapat dimanfaatkan untuk menunjang berbagai aspek kehidupan,“ papar Edy.

Selama 2018, PSTA di Yogyakarta telah menerima pengujian sampel dari masyarakat sebanyak 773 kali,  dan lebih dari dua ribu orang telah berkunjung ke fasilitas nuklir Jogjakarta,  serta 30 kali memberikan layanan pengujian kesesuaian pesawat sinar X. (Ken Satyabama / Radio Edukasi/ BPMRPK / Kemdikbud)

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar