Berita Pendidikan

Pameran Naskah Kuno Keraton Yogyakarta Resmi Ditutup

YOGYA (RE) – Sri Sultan Hamengku Buwono X menutup rangkaian acara pameran naskah kuno keraton Yogyakarta. Acara penutupan digelar di Kagungan Dalem Bangsal Pagelaran Keraton Yogyakarta pada Sabtu (5/4). Sebelum ditutup, Gusti Kanjeng Ratu Bendara sebagai pelaksana menyampaikan laporan pertanggungjawaban.

Dalam acara tersebut, Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan keinginannya untuk merubah keraton Yogyakarta untuk lebih akrab bagi generasi milenial. Gagasan tersebut mulai dilaksanakan diawali dengan transparansi data dan informasi.

Kedepannya, Sri Sultan Hamengku Buwono X berharap naskah dapat diakses melalui media online. Sehingga generasi milenial dapat mengakses naskah guna dijadikan padanan dalam mengambil keputusan dan menjalani masa depan yang lebih baik.

Selain prosesi acara penutupan, keraton Yogyakarta juga melakukan tandatangan kerjasama dengan beberapa universitas. Kerjasama dilakukan dengan Universitas Gajah Mada dalam hal museumisasi, arkeologi, dan arsipasi.

Sri Sultan Hamengku Buwono X berharap dengan bekerja sama dengan UGM, kedepannya penyimpanan dan penemuan naskah kuno lainnya akan lebih mudah. Universitas lain yang menjali  kerjasama dengan Keraton Yogyakarta adalah ISI Yogyakarta dan ISI Surakarta dalam bidang pengembangan budaya.

Melalui kerjasama dengan ISI Yogyakarta dan Surakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X berharap kedepannya pameran naskah kuno dapat dibarengi dengan film dokumenter. Hal tersebut saat ini sudah menjadi kajian disertasi yang dilakukan oleh ISI Surakarta.

Acara penutupan pameran naskah kuno juga diselingi dengan berbagai penampilan berupa tarian tradisional. Salah satunya adalah fragment Beksan Menak dengan lakon Bedhah Nagari Ambar Kustub. (Chika Arimbi/ Radio Edukasi/ BPMR/ Kemdikbud)

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar