Berita Pendidikan

Kedua Kalinya, SBMPTA Digelar Serentak

Yogya (RE) - Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, akan menggelar kembali Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (SBMPTA),  secara serentak se Indonesia. SBMPTA dibagi 2 kelompok, dimana kelompok I untuk Prodi Pendidikan Dokter dan Dokter Gigi yang dibuka pada 29 April – 3 Juli 2019. Sementara untuk kelompok II adalah Prodi lainnya yang akan dibuka pada 29 April – 17 Juli 2019.

 “SBMPTMA ini akan memudahkan calon mahasiswa untuk memilih program studi yang hendak ditempuh, tanpa harus datang ke kota yang diinginkan, karena seleski SBMPTMA menggunakan system Computer Based Test (CBT), sehingga peserta dapat memilih lokasi terdekat. Ini yang kedua kalinya, dan pada tahun ini menambah program studi yang dipilih. Sebelumnya SBMPTMA ini hanya dibuka untuk program studi kedokteran,” jelas Rektor UMY, Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, M.P, saat pers conference di kampus setempat, Senin (22/4).

Calon mahasiswa cukup mendaftar melalui portal online www.sbmptmu.id , dan melakukan pembayaran melalui transfer via Bank Mandiri Syari’ah tedekat. Untuk pendaftaran, calon mahasiswa dikenakan biaya sebesar Rp 750.000, 00 untuk Prodi Pendidikan Dokter dan Dokter Gigi, dan calon mahasiswa juga memiliki 3 pilihan prodi yang sama di PTMA berbeda. Sedangkan untuk prodi lainnya dikenakan biaya pendaftaran Rp 300.000,00 , dan memiliki 4 program studi pada PTMA yang sama ataupun berbeda.  “Tahun ini, SBMPTMA diikuti oleh 67 Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA) yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan 881 program studi yang ditawarkan,“ papar Gunawan.

Sementara itu, Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof. H. Lincolin Arsyad, M. Sc., Ph. D., berharap agar terciptanya taawun atau saling membantu satu sama lain dari perguruan tinggi Muhammadiyah di seluruh Indonesia. “Hal ini juga mampu meningkatkan jaringan silaturahmi antara perguruan tinggi Muhammadiyah di seluruh Indonesia. Kita ingin meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di PTM yang tersebar di seluruh Indonesia. Efisiensi waktu juga menjadi harapan yang memang kita harapkan dengan adanya SBMPTMu. Selain itu ciri kebhinnekaan yang ada dalam diri warga Indonesia tetap terjaga, karena siswa tak hanya bisa belajar di kota kelahiran dan bisa menimba ilmu di kota lainnya untuk mengenal lebih jauh perbedaan,” paparnya. (Ken Satyabama / Radio Edukasi/ BPMRPK / Kemdikbud)

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar