Berita Pendidikan

Transformasi Pendidikan Agama di Indonesia Pada Era Sintesis

YOGYA (RE) – Indonesia Consortium for religious Studies (ICRS) bekerja sama dengan Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) baru saja mengadakan seminar dan loka karya bertema “Agama dan Harkat Martabat Kemanusiaan di Era Sintesis".

Acara dihadiri oleh 240 tenaga pendidik dari berbagai disiplin ilmu dan universitas. Tujuan utama dilaksanakan seminar dan lokakarya adalah untuk mengajukan policy brief kepada pemerintah terkait reformasi di bidang pendidikan agama di Indonesia.

Terdapat beberapa isu sentral yang saat ini dihadapi oleh dunia pendidikan dan harkat kemanusiaan di Indonesia. Hal tersebut diambil dari gambaran singkat dan mengacu pada hasil diskusi yang dibangun dalam kegiatan seminar pendidikan dan lokakarya.

Proses transformasi masyarakat di era keterbukaan informasi dan teknologi yang membuat tergerusnya jati diri dan nilai – nilai yang sudah melekat sebelumnya. Pemahaman agama yang sempit menjadikan harkat dan martabat manusia tidak lagi menjadi inti dan esensi dari ajaran agama.

Pendidikan agama yang ada saat ini cenderung menghasilkan pendangkalan pemahaman agama dan polarisasi dalam masyarakat. Kebohongan dan ujaran kebencian di era masyarakat pasca kebenaran mengalami normalisasi.

Prof Amin Abdullah, Ketua Bidang Kebudayaan AIPI menyampaikan bahwa pendidikan agama saat ini hanya berfokus pada cara beribadah. Sudah seharusnya berubah menjadi menanamkan nilai yang menyangkut harkat dan martabat kemanusiaan.

Dari berbagai isu tersebut, ICRS dan AIPI menawarkan beberapa rekomendasi solsusi yang bisa dilakukan pemerintah. Diantaranya adalah meninjau ulang sistem pendidikan, menyajikan materi mengenai nilai – nilai universal, memperkuat regulasi dan kebijakan untuk mitigasi hoaks, ujaran kebencian, agitasi dan propaganda negatif. (Chika/ Radio Edukasi/ BPMR/ Kemdikbud)

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar