Berita Pendidikan

Akademisi Yogyakarta Gelar Seruan Bulaksumur

YOGYA (RE) – Civitas Akademika Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Beberapa Perguruan Tiggi di Yogyakrta menggelar ‘Seruan Bulaksumur’. Seruan dilakukan untuk merespon secara positif kondisi masyarakat saat ini.

Meskipun pemilu telah terlaksana dengan aman dan lancar pada 17 April lalu, namun kondisi masyarakat pasca pemilu belum mereda. Berita bohong atau hoax seputar kecurangan dalam pemilu, kericuhan di masyarakat, dan lain-lain masih masif tersebar.

Kondisi tersebut terjadi diduga pada kalangan elit, sementara masyarakat kelas bawah dinilai sudah menjalani aktivitas seperti semula. Respon dan pernyataan  dari elit-elit politik dan peserta dinilai memperkeruh suasana.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Erwan Agus Purtanto menyampaikan, sebagian besar peserta yang mengikuti seruang merupakan bagian dari Silent Majority. Yaitu, golongan yang memilih diam dalam merespon suatu isu.

“Kalau ini tidak kita respon secara bersama – sama, sebagian besar yang menghendaki adanya persatuan ini. Maka kita khawatir kesatuan bangsa akan tidak terjaga.” tutur Erwan pada sambutannya kemarin.

Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Panut Mulyono menghimbau seluruh masyarakat Indonesia untuk selalu mengedepankan persatuan dan kesatuan bangsa. Seluruh masyarakat Indonesia dengan kesadaran penuh telah mendukung proses demokrasi dengan memberikan suaranya.

“Tentu kita berharap semua, agar suara kita yang telah kita berikan dapat dihitung dengan secermat-cermatnya. Kita selalu memonitor hasilnya, mencermati proses penghitungannya, dan nanti ketika di umumkan kita hormati secara bersama-sama,” kata Panut Mulyono dalam sambutannya.

Terdapat empat hal yang diserukan dalam kegiatan tersebut, pertama adalah pihak-pihak yang terlibat dalam kontestasi pemilu untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Kedua, mengedepankan sikap kenegarawanan dalam menerima hasil pemilu.

Ketiga, menahan diri dari megeluarkan pernyataan-pernyataan yang memperkeruh suasana. Keempat, menggunakan cara – cara damai dan prosedural yang sudah di atur dalam undang-undang dalam merespon ketidakpuasa pemilu.

Seruan ini diikuti oleh puluhan Rektor dan Wakil Rektor dari berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta di Balairung UGM (6/5). Beberapa rektor yang menyampaikan statemen, mengaku mendukung poin-poin yang disampaikan. (Chika/ Radio Edukasi/ BPMR/ Kemdikbud)

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar