Berita Pendidikan

Tanggapan Fisipol UGM Atas Kejadian Sakit Dan Meninggalnya Petugas Pemilu

YOGYA (RE) – Data dari KPU (4/5) menyebutkan bahwa jumlah petugas pemiliha umum (Pemilu)  2019 yang meninggal mencapai angka 440 orang. Sementara petugasyang jatuh sakit mencapai angka 3.788 orang.

Menanggapi hal tersebut Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada (UGM) akan mengadakan riset lintas disiplin umum. FISIPOL UGM akan bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) dan Fakultas Psikologi UGM.

Ke depannya, riset akan fokus pada identifikasi faktor resiko mana yang paling menyebabkan kesakitan dan kematian petugas pemilu. Sistem pnugasan dan pelaksanaan tugas akan dikaji, beserta juga syarat keterangan sehat yang selama ini seolah hanya menjadi syarat administratif saja.

Sebelumnya, perwakilan dari tiga fakultas tersebut telah melakukan Forum Group Discusion (FGD) pada (8/5). Diskusi tersebut menghasilkan beberapa kesimpulan yang masih berupa hipotesis dan perlu untuk dikaji lebih lanjut.

“Kita akan konsen salah satunya pada beban kerja dan ekonomika kerja. Kita tidak tahu apakah selama ini ketika merancang pelaksanaan duwe gawe gede ini di rancang dulu beban seperti apa, teman – teman di TPS sampai ke KPU,” tutur Prof. Dr. Faturochman, Dosen fakultas Psikologi UGM.

Meski belum diketahui kapan riset akan selesai dilakukan, namun rencananya hasil riset ini akan digunakan sebagai uji coba pada Pilkada tahun 2020 di Yogyakarta. Harapannya, hasil riset dapat memperkuat rekomendasi perombakan sistem pemilu.

Fakta adanya, petugas pemilu yang jatuh sakit dan bahkan meninggal dinilai tidak dapat digunakan untuk mendeligitimasi hasil pemilu. Menurut Dekan FISIPOL, Erwan Agus Purtanto mengatakan ada dua alasan kuat, pertama Pemilu tidak dirancang untuk membunuh petugas dan kematian tidak terjadi secara massif. (Chika Arimbi/ Radio Edukasi/ BPMR/ Kemdikbud)

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar