Aktivitas

BPMRPK, Pimpinan Baru Spirit Baru

Yogya (RE) – Balai Pengembangan Media Radio Pendidikan dan Kebudayaan (BPMRPK) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan baru saja mengalami pergantian pemimpin. Saat ini, posisi Kepala Balai dipegang oleh Dra. Ohorella Erma. Sebelumnya, beliau menjabat sebagai Kepala Seksi Sarana di Balai Pengembangan Media Televisi Pendidikan dan Kebudayaan di Sidoarjo Jawa Timur.

Ia lahir di Ambon pada 3 April 1969, namun tumbuh dan berkembang di wilayah Surabaya Jawa Timur. Sehingga beliau sering menyebut dirinya sebagai orang ‘Jambon’ atau Jawa Ambon. Baru-baru ini ia baru saja menyelesaikan pendidikan pascasarjananya di Universitas Budi Utomo Surabaya, program studi Komunikasi.

Sebelumnya, ia juga telah menamatkan pendidikannya di IKIP Suabaya, yang saat ini telah berubah  menjadi Universitas Negeri Surabaya, Program Studi Administrasi Perkantoran. Pekerajaannya di BPMTPK membawa ibu Erma kepada hobi menonton film.  

Selasa (14/5), Erma ditemani beberapa pegawai BPMRPK berkeliling kantor untuk melihat kondisi dan suasana, sambil berkenalan. Mulai dari mengunjungi seksi Produksi, subbag Tata Usaha, seksi Perancangan, dan Studio Radio Edukasi.

Sebelumnya, ia mengaku bahwa Radio Edukasi memerlukan sentuhan agar lebih dikenal lagi oleh masyarakat. Setelah melakukan kunjungan, ia mengatakan cukup kagum dengan produk-produk yang dihasilkan BPMRPK, bahkan sosial media Eadio Edukasi yang interaktif.

Ke depannya, Erma berharap, di bawah kepemimpinannya dapat membawa Radio Edukasi dan BPMRPK lebih berdaya, dan produk yang dihasilkan lebih menjual atau lebih digandrugi masyarakat.  

Jika sebelumnya di BPMTPK, Erma melihat cukup mudah untuk bekerja sama dengan para guru untuk membuat video pembelajaran. Sebab, dewasa ini dilihat pembuatan video dan konsumsi video sedang banyak diminati masyarakat.  Sementara di BPMRPK, membutuhkan orang dan keahlian khusus. Ia mengatakan akan mempelajari lebih dalam terlebih dahulu seluk beluk BPMRPK sebelum nantinya akan melakukan program kerja yang lebih konkrit.

Salah satu gambaran program kerja yang diinginkan Erma adalah dengan mencari konten- konten yang lebih diminati masyarakat. Ia juga tertarik mengembangkan produk-produk BPMRPK, untuk Pendidikan Luar Biasa.

Sejauh ini BPMRPK sudah berhasil mengeluarkan produk audio pembelajaran yang juga bisa digunakan oleh anak luar biasa, penyandang difabilitas Tuna Netra. Tidak sedikit Sekolah Luar Biasa yang menggunakan produk BPMRPK untuk kegiatan belajar mengajar.

Sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Erma berharap bahwa BPMRPK dapat lebih unggul dalam memajukan pendidikan Indonesia. Semoga dengan hadirnya kepala baru, BPMRPK dapat tumbuh dan berkembang jauh lebih pesat dan dikenal lebih dekat oleh masyarakat, terutama oleh insan edukasi. (Chika / Radio Edukasi/ BPMR/ Kemdikbud)

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar