Berita Pendidikan

Kepala SMA Bopkri 2 Yogyakarta Berpesan Agar Lulusan Lebih Mampu Mengembangkan Potensi Diri

Yogya (RE) – Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) memang merupakan salah satu penentu kelulusan. Namun, jika hanya dilihat dari hasil UNBK saja , maka orientasi yang dibangun adalah kecerdasan anak hanya diukur dari kecerdasan kognitif. Padahal menurut Warren Bennis, kecerdasan emosional lebih dari faktor lainnya, lebih dari IQ atau keahlian. “Kecerdasan emosional menyumbang 85% - 90% kesuksesan ditempat kerja, dan IQ adalah ambang batas kompetensi. Anda membutuhkan tapi tidak membuat anda menjadi bintang. Namun, kecerdasan emosional bisa,“ kata Kepala SMA Bopkri 2 Yogyakarta, Dr. Sri Sulastri, dalam acara Wisuda Kelas XII, di Grand Inna Malioboro,  Senin (13/5).

Sri menambahkan, seperti yang dikatakan oleh Goleman, bahwa kecerdasan emosional merujuk kepada kemampuan mengenali perasaan kita sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri, dan kemampuan mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri dan dalam hubungan dengan orang lain. Keterampilan EQ bukanlah lawan keterampilan IQ atau keterampilan kognitif, namun keduanya berinteraksi secara dinamis, baik pada tingkatan konseptual maupun di dunia nyata. Kecerdasan emosional sangat dipengaruhi oleh lingkungan, tidak bersifat menetap, dapat berubah-ubah setiap saat.  “Dengan demikian maka, peserta didik yang baru beberapa menit lalu dinyatakan lulus adalah anak-anak istimewa kita, yang dibentuk oleh lingkungan keragaman. Anak-anak yang paham bahwa mereka tumbuh dalam keberbedaan bukan saja budaya, agama, latar belakang sosial ekonomi, kemampuan kognitif, namun mereka mampu hidup bersama,“ paparnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala SMA Bopkri 2 Yogyakarta tersebut juga berpesan supaya lulusannya lebih mampu mengembangkan potensi diri, sebab tantangan ke depan jauh lebih  besar bila dibandingkan dengan masa SMA. “Kami titipkan nama besar SMA Bopkri 2 Yogyakarta, dipundakmu. Kembangkan dirimu diluar sana. Tantangan lebih besar, Lulus SMA bukan akhir dari perjuangan jadi tidak perlu dirayakan secara berlebihan, karena tantangan terbesar justru ketika menentukan kelangsungan hidupmu melalui pendidikan tinggi. Integritas, Kasih dan pelayanan yang tulus terhadap sesamamu akan mewarnai perilakumu sebagai ciri khusus lulusan SMA BOPKRI 2 Yogyakarta,“ pesan Sri Sulastri. (Ken Satyabama/ Radio Edukasi/ BPMRPK / Kemdikbud)

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar