Berita Pendidikan

Kembangkan Saliva Ejector , Mahasiswa FTI UII Permudah Pemeriksaan Gigi

Yogya (RE) - Salah satu mahasiswa Magister Teknik Industri FTI Universitas Islam Indonesia (UII), Wahyu Ismail Kurnia, berhasil mengembangkan alat pemeriksaan gigi   Saliva Ejector yang merupakan penyedot air liur. Penemuan tersebut ia namai dengan Saliva Ejector Usulan. Selain mempermudah dokter pada saat pemeriksaan gigi, Saliva Ejector Usulan ini juga efisien, aman, dan optimal bagi kesehatan.

Dalam presentasinya, Wahyu Ismail mengatakan, penemuan tersebut didasarkan atas seringnya muncul permasalahan ketika menggunakan alat Saliva Ejector, mulai dari ruang gerak dokter yang terbatas, konsentrasi pengerjaan yang terganggu, sehingga alat Saliva Ejector belum mampu menahan dorongan otot mulut ketika evakuasi air liur di bagian posterior mulut.

“Penelitian ini saya lakukan karena ada desakan dari permasalahan yang seringkali menggangu pengguna ketika melakukan kegiatan operasional pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut. Metode yang saya gunakan dalam penelitian ini adalah metode Teoriya Resheniya Izobreatatelskikh Zadach (TRIZ), atau yang diistilahkan sebagai Theory of Inventive Problem Solving,“ papar Wahyu di FTI UII, Senin (13/5).

Penelitian tersebut dimulai dari identifikasi kebutuhan pengguna dengan melibatkan 30 pengguna. Kemudian interpretasi hasil identifikasi melalui spesifikasi alat yang dirancang dengan metode TRIZ, desain alat usulan dengan software Autodesk Fusion 360 dan pembuatan prototype dengan menggunakan mesin 3D printing. “Saya melakukan penelitian pada Januari – Maret 2019 di klinik gigi dan rumah sakit bagian pemeriksaan gigi di Yogyakarta,“ jelas Wahyu.

Wahyu menambahkan, hasil alat usulan yang telah jadi dilakukan uji validitas, uji tingkat efisiensi waktu kerja, dan tingkat kenyamanan pengguna. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa alat usulan mampu memenuhi atau mengatasi permasalahan kebutuhan pengguna dengan signifikan , yakni lebih dari 0,05 (> 0,05). Kemudian hasil uji tingkat efisiensi waktu kerja diperoleh rata-rata dengan menggunakan alat usulan selama 2,24 menit, lebih cepat dibandingkan dengan menggunakan alat lama  yang menghabiskan waktu rata-rata selama 29,77 menit. Selain itu, hasil uji tingkat kenyamanan pengguna diperoleh ketika menggunakan alat usulan rata-rata sebesar 4,08 (nyaman), sedangkan menggunakan alat lama rata-rata sebesar 2,72 (tidak nyaman).

“Hasil dari uji coba tersebut menunjukkan bahwa saliva ejector mampu memberikan kemudahan, efisiensi waktu kerja, keamanan bagi kesehatan dan keoptimalan pada pengguna ketika melakukan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut pasien,“ pungkas Wahyu. (Ken Satyabama/ Radio Edukasi/ BPMRPK/ Kemdikbud)

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar