Berita Pendidikan

YOGYA (RE) – Perupa kelahiran Malang, Luddy Astaghis, menggelar pameran tunggal di Bentara Budaya Yogyakarta. Pameran akan berlangsung selama 14 – 22 Mei, dengan mengangkat tema ‘Bakulan’. Dalam Bahasa Jawa, ‘Bakulan’ memiliki arti berjualan. Tema ini diangkat karena dinilai sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari Luddy. Selain sebagai pekerja seni, Luddy dan istrinya juga berdagang.

Menurut Luddy terdapat nilai-nilai yang bisa diambil dari dunia perdagangan. Seperti, harus disiplin, mandiri, sopan, bijaksana, dan tegas. Tidak hanya nilai, namun konflik yang ada dalam dunia perdagangan juga menarik untuk diangkat dalam dunia seni.

Luddy sudah berkecimpung di dunia Seni sejak tahun 1996, dan pernah menempuh pendidikan di Institut Seni Indonesia (ISI) di Yogyakarta. Sejak kuliah hingga saat ini Luddy memilih menetap di Yogyakarta.

Kisah mengenai dunia dagang dituangkan Luddy dalam beberapa media, seperti acrylic di atas canvas, mural dan komik. Hal berbeda yang ditampilkan dalam pameran Luddy kali ini adalah penggunaan boneka berdialog yang terbuat dari kertas.

Ia juga menyampaikan, memilih menggunakan warna-warna dingin agar lukisannya dapat membawa perasaan tenang bagi penikmatnya. Ucapan-ucapan unik seputar dunia perdagangan juga diselingkan diantara boneka.

Perkataan unik tersebut membuat pengunjung harus berfikir kembali  mengenai maknanya. Luddy sengaja membuat sentilan-sentilan unik yang dapat diartikan. (Chika / Radio Edukasi/ BPMRPK/ Kemdikbud) 

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar